Inilah 6 Pesan Rasulullah Saat Menjelang Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan sudah dekat di hati kita. Nah, Dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan ini, yakni bulan yang penuh dengan berkah, di mana sebagai umat muslim kita pastinya bangga menyambut datangnya bulan suci tersebut. Sementara ibadah yang kita lakukan di bulan suci Ramadhan, Tentunya akan diberkahi dengan pahala yang berlipat ganda. Maka dari itu, sudah seharusnya kita memiliki persiapan yang sebaik­baiknya. Sehingga nantinya semua ibadah bisa kita tunaikan, layaknya berpuasa, mengerjakan sholat, dan lainnya baik itu ibadah wajib maupun sunah. Dengan begitu, saat kita menjalankan semua amalan ibadah tersebut, bisa berjalan dengan baik dan istiqomah. Oleh sebab itu, Sudah seharusnya kita mengingat pesan­pesan Rasulullah SAW dari apa yang telah beliau sabdakan. Karena dengan mengingat beberapa pesan beliau tersebut, kita bisa menanamkan dalam hati dan pikiran tentang apa yang diamalkan kala bulan suci Ramadhan telah tiba. Hingga akhirnya, keberkahan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan bisa kita raih. Dan inilah pesan Rasulullah S.A.W di saat menjelang bulan suci ramadhan, Yang telah dinukil berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Salman al­Farisi. Di dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah S.A.W sedang bekhutbah pada akhir bulan Sya’ban, Yang berisi beberapa pesan kepada seluruh umat islam. Sehingga dari hadits tersebut bisa diambil 6 pesan yang bisa disimpulkan sebagai berikut :

1. Gunakanlah bulan suci Ramadhan dengan sebaik­baiknya

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat islam. Yang mana pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Yang dimaksud dengan satu malam tersebut adalah malam Lailatul Qodar. Dan Allah telah mewajibkan umat islam berpuasa di siang hari dan menjadikan Qiyamu lail (shalat terawih) adalah suatu tathawwu’ (sunnah). Dengan demikian, Bahwa di bulan Ramadhan menandakan suatu bulan yang penuh dengan pahala. Oleh karena itu, Hendaknya anda bisa memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan sebaik mungkin.

2. Ingat bahwa Pahala di bulan Ramadhan berlipat ganda

Bila anda mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan di bulan ramadhan, Niscaya akan mendapatkan pahala seperti menunaikan ibadah fardhu di bulan yang lain. Dan barang siapa yang menunaikan ibadah fardhu di bulan Ramadhan, Niscaya akan mendapatkan pahala layaknya menunaikan 70 ibadah fardhu di bulan yang lain. Oleh karena itu, Dapat disimpulkan bahwa pahala di bulan ramadhan sangatlah berlipat ganda.

3. Ingat bahwa bulan Ramadhan bisa melatih kesabaran anda

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kesabaran. Dan barang siapa yang sabar pahalanya adalah syurga. Tahukah anda, Bahwa ketika berpuasa di bulan suci Ramadhan, Anda dilatih untuk menghindari makan, minum dan semua yang bisa membatalkan puasa tersebut berdasarkan kurun waktu yang telah ditentukan. Secara tidak langsung anda telah melatih kesabaran dengan mengikuti semua aturan dalam berpuasa. Dan inilah yang menjadikan bulan ramadhan bisa melatih kesabaran dalam diri anda.

4. Belajarlah bersimpati kepada orang lain

Saling bersimpati kepada orang lain, Itulah salah satu pesan rasulullah kepada umat islam. Yang mana seperti anjuran Rasulullah S.A.W untuk memberi makan ketika berbuka puasa meskipun hanya sebiji kurma, dan seisap air susu. Dan barang siapa yang memberi makan untuk berbuka kepada orang lain, Maka pahalanya seperti puasanya orang tersebut. Dengan demikian rasa bersimpati antar sesama akan tumbuh dan menjadikan seseorang akan memiliki rasa peduli yang tinggi.

5. Meningkatkan amal sholih

Bulan suci Ramadhan adalah bulan rahmat, Yang mana pada sepuluh hari pertama di bulan tersebut adalah bulan yang penuh rahmat. Dengan adanya hal demikian, Maka hendaknya perbanyaklah amal sholih layaknya berbakti kepada orang tua, saling menolong antar sesama, bertutur santun dan lainnya, Agar anda selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

6. Memperbanyak berdoa dan meminta ampunan

Di sepuluh Pertengahan bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan, Dan di sepuluh terakhirnya adalah terbebas dari api neraka. Maka dari situ anda bisa memperbanyak do’a dan ampunan kepada Allah SWT. Di dalam bulan suci Ramadhan, Hendaknya memperbanyak kalimat thoyyibah, istighfar dan berdoa kepada Allah agar dimasukkan surgaNya, Serta memohon perlindungan dari api neraka.

sumber : arbamedia.com

FULDFK Mengadakan Lomba Ramadhan, Yuk Baca Infonya…!!!

Assalamu’alaikum Indonesia (^^)
MasyaAllah nggak kerasa bentar lg ramadhan. Udah siap-siap menyambutnya? Kami FULDFK indonesia (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia) punya cara asyik dan menarik dalam membantumu memeriahkan ramadhan. Apa ituuuu?
Jeng…. jeng….
” LOMBA RAMADHAN “
Terdiri dari:
– cerpen
– poster
– program kerja ramadhan ldfk

CP:
Sandy (ikhwan) 08217798399 (line) sandy.prasaja
Rini (akhwat) 085643483143 (line) dws_rini

Tema: Ramadhan terbaik dan penuh berkah

Peserta : Seluruh mahasiswa ilmu kesehatan pre klinik/klinik di seluruh Indonesia

Waktu: Pendaftaran perlombaan akan dimulai pada 22 Mei 2016 – 6 Juni 2016

              – Pengumpulan data perlombaan 6 juni 2016 – 30 juni 2016

Hadiah:
Pemenang akan diumumkan pada 7 Juli 2016 dan mendapatkan uang pembinaan serta sertifikat
Karya yang dilombakan harus asli buatan sendiri bukan plagiat karena nantinya akan dipublikasikan.

Kategori perlombaan:

1.Poster
a) Judul karya bebas namun tetap mengacu pada tema di atas
b) Jenis yang dilombakan poster publik dengan desain yang menarik
c) Poster tidak mengandung SARA dan pornografi dan sesuai dengan tema dan dijelaskan maksimal dalam 1 halaman
d) Poster dikumpulkan dengan nama (Kategori lomba_Nama_Asal_Universitas_Angkatan) file .cdr atau .jpg
e) Poster dikumpulkan dalam 1 folder disertai scan Kartu Mahasiswa dan Bukti Pembayaran dengan nama (Poster_Nama_Universitas)

2. Cerpen
a) Ditulis A4 dengan jarak spasi 1,5 Margin 3 cm Font 12 tipe Times New Roman save dalam Microsoft Word dengan nama (Kategori lomba_Nama_Asal_Universitas_Angkatan)
b) Panjang karya maksimal 3 halaman dan tidak mengandung SARA dan pornografi
c) Pengumpulan naskah disertai biodata singkat dan lampiran scan Kartu Tanda Mahasiswa dan Bukti Pembayaran kemudian dikumpulkan dalam 1 folder dengan nama (Cerpen_Nama_Universitas)

3. Program Kerja Ramadhan LDFK (Khusus untuk LDFK)
a) LDFK mengirimkan proposal kegiatannya di bulan ramadhan disertai dokumentasi kegiatan
b) LDFK mendeskripsikan kegiatannya maksimal 1 halaman
c) LDFK mengirimkan proposal,dokumentasi dan deskripsi kegiatan dalam 1 folder dengan nama (Nama LDFK_Universitas)

Biaya pendaftaran:
Poster dan Cerpen Rp 25.000 /lomba
Program Kerja Ramadhan LDFK gratis

Pembayaran dikirim ke BNI Syariah 0329699426 a.n Janet Andriani QQ FULDFK Indonesia

Semua karya dikirim ke fuldfk.indonesia@gmail.com

Adab Menuntut Ilmu Menurut Imam Al-Ghazali

Sahabat dunia islam, Ilmu mempunyai keutamaan yang tinggi dalam Islam. Banyak ayat Alquran dan sunah Rasul yang mengungkapkan hal tersebut. Bahkan, disampaikan bahwa orang-orang yang berilmu diangkat beberapa derajat oleh Allah Swt. jika dibandingkan orang-orang yang beriman tanpa ilmu.

“… niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. …” (Q.S. Al-Mujadilah [58]: 11)

Salah satu ulama besar umat muslim, Imam Al-Ghazali, dalam bukunya Ihya Ulumuddin menyampaikan adab menuntut ilmu bagi seorang pelajar. Ada tujuh poin penting tentang Adab Menuntut Ilmu Menurut Imam Al-Ghazali yang diringkas dari pendapat ulama ahli tasawuf ini.

Pertama, mendahulukan kebersihan jiwa dari akhlak yang rendah. Menurut Al-Ghazali, selama batin tidak bersih dari hal-hal keji, maka ia tidak menerima ilmu yang bermanfaat dalam agama. Selain itu, batin juga tak akan diterangi dengan cahaya ilmu. Ibnu Mas’ud berkata, “Bukanlah ilmu itu karena banyak meriwayatkan, tetapi ilmu itu adalah cahaya yang dimasukkan ke dalam hati.”

Kedua, mengurangi kesenangan-kesenangan duniawi dan menjauh dari kampung halaman hingga hatinya terpusat untuk ilmu. Allah tidak menjadikan dua jantung bagi seseorang di dalam rongga badannya. Oleh karena itu dikatakan, “Ilmu itu tidak memberikan sebagiannya hingga engkau memberinya seluruh milikmu.”

Ketiga, tidak sombong dalam menuntut ilmu dan tidak membangkang kepada guru. Al-Ghazali menyarankan orang yang menuntut ilmu agar memberi kebebasan kepada guru yang mengajarnya selama tidak memperlakukannya dengan sewenang-wenang. Al-Ghazali juga menegaskan agar pelajar terus berkhidmat kepad guru. Menurutnya, ilmu enggan masuk kepada orang yang sombong seperti banjir yang tidak dapat mencapai tempat yang tinggi.

Keempat, menghindar dari mendengarkan perselisihan-perselisihan di antara sesama manusia. Menurut Al-Ghazali, hal tersebut dapat menimbulkan kebingungan saat menuntut ilmu.

Kelima, tidak menolak suatu bidang ilmu yang terpuji, tetapi harus menekuninya hingga mengetahui maksudnya. Jika umur membantunya, maka ia pun mesti menyempurnakannya.

Keenam, mengalihkan perhatian kepada ilmu yang terpenting, yaitu ilmu akhirat. Imam Al-Ghazali berpendapat, ilmu yang dimaksudkan adalah bagian dari muamalah dan mukasyafah. Ilmu mukasyafahtersebut ialah makrifatullah atau mengenal Allah. Al-Ghazali menegaskan bahwa ilmu yang paling mulia dan puncaknya adalah mengenai Allah.

Ketujuh, tujuan belajar adalah menghiasi batin dengan sifat yang menyampaikannya kepada Allah Swt. Selain itu, ia juga harus mengharapkan mendapatkan derajat tertinggi di antara malaikat muqarabin (yang dekat dengan Allah). Dengan tujuan ini, ia tidak mengharapkan kepemimpinan, harta, dan kedudukan.

 

sumber : duniaislam.org

Pengertian dan Kedudukan Taqwa Dalam Islam

Sahabat dunia islam, Kedudukan Taqwa sangat pentingDalam Islam dan kehidupan manusia. Pentingnya kedudukan taqwa itu antara lain dapat dilihat dalam catatan berikut. Disebutkan di sebuah hadis bahwa Abu zar al-Gifari, pada suatu hari, meminta nasihat kepada Rasulullah. Rasulullah menasihati al-Gifari, “Supaya ia taqwa kepada Allah, karena taqwa adalah pokok segala pekerjaan muslim. Dari nasihat Rasulullah itu dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa taqwa adalah pokok (pangkal) segala pekerjaan muslim.

Di dalam surat al Hujurat (49) ayat 13, Allah mengatakan bahwa, “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Pengertian Taqwa yang mudah untuk di pahami dan diamalkan sebagai berikut : 

Pertama, Tawadhu’ adalah rendah hati, tidak sombong. Pengertian yang lebih dalam adalah kalau kita tidak melihat diri kita memiliki nilai lebih dibandingkan hamba Allah yang lainnya. Orang yang tawadhu’ adalah orang menyadari bahwa semua kenikmatan yang didapatnya bersumber dari Allah SWT.  Yang dengan pemahamannya tersebut maka tidak pernah terbersit sedikitpun dalam hatinya kesombongan dan merasa lebih baik dari orang lain, tidak merasa bangga dengan potrensi dan prestasi yang sudah dicapainya. Ia tetap rendah diri dan selalu menjaga hati dan niat segala amal shalehnya dari segala sesuatu selain Allah. Tetap menjaga keikhlasan amal ibadahnya hanya karena Allah. Tawadhu ialah bersikap tenang, sederhana dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan takabbur (sombong), ataupun sum’ah ingin diketahui orang lain amal kebaikan kita.

Kedua, Qanaah ialah menerima dengan cukup.

Qanaah itu mengandung lima perkara:

  1. Menerima dengan rela akan apa yang ada.
  2. Memohonkan kepada Tuhan tambahan yang pantas, dan berusaha.
  3. Menerima dengan sabar akan ketentuan Tuhan.
  4. Bertawakal kepada Tuhan.
  5. Tidak tertarik oleh tipu daya dunia.

Itulah yang dinamai Qanaah, dan itulah kekayaan yang sebenarnya.

Rasulullah saw bersabda:

“Bukanlah kekayaan itu lantaran banyak harta,, kekayaan ialah kekayaan jiwa”.

artinya: Diri yang kenyang dengan apa yang ada, tidak terlalu haloba dan cemburu, bukan orang yang meminta lebih terus terusan. Kerana kalau masih meminta tambah, tandanya masih miskin.

Ketiga, Wira’i berasal dari kata ‘wara’ yang artinya menjaga diri atau bertakwa. Sehingga wira’i adalah malu berbuat maksiat kepada Allah dan manusia. Selain itu wira’i juga diartikan sebagai suatu sikap menjauhkan diri dengan hal-hal yang haram dan syubhat. Karena wira’i merupakan inti agama dan yang berada dikawasan itu merupakan pangkal kebaikan bagi para ulama yang mengamalkan ilmunya. Jikalau semangat wirai terbangun dalam kehidupan masyarakat dan bernegara, maka tidak akan terjadi tindakan-tindakan tak terpuji seperti pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, korupsi, dan lain sebagainya.

Keempat, Yaqin adalah percaya. Maksudnya ialah percaya dengan sepenuh hati apa yang dikerjakan nya dan bersungguh2 untuk mendapatkan Ridha dari Allah SWT.

Wallahu A’lam*

 

Sumber : duniaislam.org

Pacaran beda agama/Cinta beda agama, boleh kah?

Pacaran beda agama/Cinta beda agama, boleh kah?
.
Sebuah pertanyaan klasik pun muncul, lalu kembali ke pertanyaan diatas, apakah boleh? 🙂 mari kita coba bahas satu persatu..
.
Dalam Islam sendiri, pacaran sudah jelas haram hukumnya.
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isro:32)
Jadi, mau pacaran dengan yang seagama ataupun dengan yang beda agama, hukumnya tetap sama yaitu haram.. 🙂
.
‘Kalo begitu, sungguh Allah itu tidak adil, kenapa Allah memberikan fitrah rasa cinta sedang Allah melarang untuk kedua insan yang sedang dilanda cinta untuk berpacaran?’ Yakin berkata demikian dengan hati dan pikiran jernih? Yuk sahabat mari kita coba untuk renungkan sejenak, bagaimana Allah mencintai hamba-Nya? Justru karena cinta-Nya kepada kita, Allah atur sedemikian rupa tentang hubungan antara dua lawan jenis agar tak berujung pada kesesatan yang menjerumuskan dua insan yg sedang dilanda cinta untuk masuk ke neraka.. memang pacaran tidak selalu berakhir dengan zina, tapi hampir semua zina diawali dengan pacaran 🙂 Jadi tidak ada solusi lain untuk dua insan yang saling mencintai untuk menyatukan cinta mereka selain dengan suatu ikatan suci nan halal bernamakan pernikahan, #yukmenikah :D, tapi kalo belum mampu untuk menikah gimana? Ingat pesan Rasul untuk berpuasa 🙂
.
“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian yang telah mampu, maka menikahlah, karena demikian (nikah) itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka berpuasalah, karena puasa akan menjadi perisai baginya“.[HR. Al-Bukhori (5066), dan Muslim (1400)]
.
Lalu kembali ke pertanyaan atas, mencintai seseorang yang berbeda aqidahnya, apakah boleh? Apakah itu disebut cinta? Yuk coba kita renungkan kembali dan pikirkan baik-baik, jika cinta yang engkau maksudkan adalah hal yang membuatmu jauh dari-Nya, maka itu bukanlah cinta yang sesungguhnya, melainkan nafsu yang berlindung di balik selimut indah bernama cinta. Hingga tak jarang kita ‘salah paham’ dan menganggap itu adalah cinta. Dan yang menyedihkan lagi, acap kali seseorang menambahkan bumbu manis nan agamis dengan dalih ‘rasa cinta ini datangnya dari Allah, jadi ya gapapa’, padahal kalau kita mau berpikir ulang mana mungkin Allah memberikan sesuatu hal yang malah membuat seorang hamba jauh dari-Nya? 🙂 dan kalaupun memang Allah yang memberikan, maka itu sesungguhnya adalah ujian bagi hamba-Nya.. Allah ingin mengetahui seberapa setiakah kita kepada-Nya?
Allah ingin memastikan apakah kita lebih mencintai Allah Sang Maha Pencipta atau malah lebih mencintai Ciptaan-Nya? 🙂
.
“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik” (QS. Ali Imran:14).
.
“….seorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai..” (HR. Bukhori no.6171 dan Tirmidzi no.2385)
.
Rasulullah saw pun telah mengatakan bahwa kelak kita akan bersama dengan orang-orang yang kita cintai. Jadi masih mau mencintai dia yang berbeda aqidahnya, dia yang jauh dari Allah swt? 🙂
Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu? 🙂
.
“Sungguh cinta terbaik adalah ketika kau mencintai seorang kekasih yang membuat imanmu mendewasa, taqwamu bertumbuh, cintamu pada-Nya juga bertumbuh, cinta terbaik adalah saat kau mencintai seorang yang membuat akhlaqmu makin indah, jiwamu makin damai, hatimu makin bijak. Dia jadi penegur saat taatmu luntur. Dia jadi penasehat saat kau maksiat. Dia jadi pelipur saat semangatmu lebur. Ya, dialah cinta terbaik. Yang tak hanya ingin bersamamu di dunia, tapi juga ingin bersamamu di Syurga.”
Wallahua’lam bisshowab.. Semoga bermanfaat 🙂
.
Penulis : Sandria | Kadept KKIA