Mendekati-Nya Dengan Berterima Kasih pada-Nya

Nabi Muhammad SAW pernah berdoa saat sujud:

للَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

“Ya Allah, sungguh aku berlindung dengan keridhaanMu dari murka-Mu, dan aku berlindung dengan pemaafan-Mu daripada hukuman-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari Engkau. Dan aku belum memuji-Mu sebagaimana Engkau selayaknya dipuji” (HR Abu Dawud, al-Nasa’i, Ibn Majah, Ahmad)

Dalam kitab Ihya, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali menjelaskan kandungan spiritual doa di atas:

Kalimat pertama dalam doa Rasul: “Ya Allah, sungguh aku berlindung dengan keridhaanMu dari murka-Mu”, ini berdasarkan pandangan Nabi Muhammad terhadap tindakan Allah. Seolah saat sujud itu Nabi hanya melihat Dia dan tindakan-Nya semata –tidak yang lain, sehingga Nabi pun berlindung kepada Allah dalam tindakan-Nya (keridhaan) dari tindakan-Nya (kermukaan).

Kemudian Nabi lebih mendekat lagi, dan kini Nabi tidak lagi melihat tindakan-Nya, yang Nabi saksikan adalah sumber dari tindakan-Nya, yaitu sifat Allah semata. Itulah sebabnya pada kalimat kedua Nabi merintih mesra dalam doanya: “dan aku berlindung dengan pemaafan-Mu daripada hukuman-Mu”. Inilah dua sifat Allah yang dirujuk oleh sang nabi: al-‘afuw dan al-mu’aqib.

Nabi menyadari kemudian bahwa vision (pandangan) beliau ini belum sempurna. Karena itu Nabi lebih mendekat lagi kepada Allah dalam sujudnya dan bergeser dari sifat ke dzat. Tidak ada tindakan atau sifat-Nya yang Nabi kini saksikan. Cuma ada Nabi dan Dia. Maka Nabi pun berbisik mesra pada Sang Kekasih: “Dan aku berlindung kepada-Mu dari Engkau” (a’udzu bika minka). Inilah kondisi yang melesat dari Dia menuju Dia tanpa perantara sifat dan tindakan-Nya.

Lebih dekat lagi, dan Nabi melihat dirinya sudah lenyap. Inilah batasan seorang hamba. Dalam batas ketidakmampuan hamba yang tenggelam dalam keterpesonaan “menyaksikan”-Nya saat sujud, Nabi pun berucap lirih: “Dan aku belum memuji-Mu sebagaimana Engkau selayaknya dipuji”. Hanya Dia dan Dia yang mampu memuji dzat-Nya seperti yang Dia pantas dan layak untuk dipuji. Insan kamil sekalipun tidak sanggup mengekspresikan pujian dan terima kasih kepada-Nya sesempurna dzat-Nya.

Semua pujian berasal dari-Nya, dan kembali kepada-Nya. Selain itu, lenyap sudah.

Demikianlah kawan, semakin dekat kita pada-Nya semakin kita sadar betapa kita belum berterima kasih pada-Nya dengan layak. Maka saat kita angkat kepala kita dari sujud setelah membaca doa itu: apa yang kita lihat? Kemanapun kita edarkan pandangan mata kita, yang kita lihat adalah anugerah dan kasih sayang-Nya, baik terwujud dalam tindakan dan sifat-Nya maupun dalam penciptaan-Nya.

Mendekati-Nya dengan berterima kasih pada-Nya. Sesederhana seperti angin yang berhembus, tapi kandungannya lebih dalam dari samudera. Terima kasih Ya Allah….. ‪#‎kembalibersujud‬

 

Penulis : Nadirsyah Hosen

Sumber : moslemforall.com

 

RAKERNAS FULDFK Indonesia “Solid, Mengakar, Menyejarah”

Rapat Kerja Nasional adalah merupakan kegiatan rutin tahunan yang harus dilakukan oleh setiap organisasi tingkat nasional untuk menyusun program kerja setahun kedepan. Layaknya organisasi nasional lainnya, Forum Ukhwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran atau yang disingkat dengan FULDFK ini juga turut tidak ketinggalan untuk mengadakan Rapat Kerja Nasional yang tahun ini dilaksanakan di kota yang terkenal dengan makanan khas pempek dan Jembatan Amperanya yakninya Kota Palembang.

messageImage_1458681419388
Jembatan Ampera

               Pada tahun ini, BPPM Asy-Syifa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya kepengurusan 2015-2016 yang diberi amanat sebagai panitia pelaksana Rakernas FULDFK tahun 2016. BPPM Asy-Syifa mendapatkan kesempatan ini juga tidak terlepas dari terpilihnya Muhammad Rizki dari FK Unsri angkatan 2011 sebagai Ketua FULDFK untuk kepengurusan 2015-2016. Pelaksaan Rakernas FULDFK diketuai oleh Rahmat M. Usman, mahasiswa FK Unsri Program Studi Pendidikan Dokter Umum 2014.
Tahun ini Rakernas FULDFK 2016 dilaksanakan selama dua hari yaitu dari hari Jumat sampai dengan Sabtu tepat pada tanggal 26-27 Februari 2016 di Wisma Atlet Jakabaring Palembang. Dan untuk memeriahkan kegiatan ini tanggal 28 Februari 2016 BPPM Asy-Syifa juga menambahkan kegiatan nasional yakninya SEPSIS (Seminar Pranikah Sehat dan Islami) bertemakan “ Assalamualaikum Cinta” yang akan menghadirkan pembicara-pembicara nasional juga diantaranya Prof. Dr. Yuwon, M.Biomed (Guru Besar Fakultas Kedoteran Universitas Sriwijaya ), Dr. Zen Hafy, M. Biomed, S. Ag ( Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya), Meyda Sefira ( Bintang Film Ketika Cinta Bertasbih, Penulis Hujan Safir), Ahmad Rifai Rifan ( Penulis Buku Allah Inilah Proposal Cintaku).

“Acara SEPSIS merupakan pelengkap dari acara Rakernas FULDFK tahun ini, jadi seluruh delegasi tidak hanya hadir untuk syuro namun juga dapat ilmu dari seminar pranikahnya. Juga acaranya itu digagas karena masih jarang di Palembang, jadi selain delegasi target peserta kami juga dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum di Palembang”, ungkap Rahmat saat diwawancarai.
Pada tahun ini Rakernas FULDFK dihadiri oleh 69 delegasi dari 25 LDFK (Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran) yang tersebar di seluruh Indonesia yaitu dari LDFK UMJ, UNS, UNISSULA,UI, Universitas Yarsi, UNLAM, UNAIR, UNSOED, UNISMA, UNJANI, UNMAL, UB, UII, UNUD, USAKTI, UNSRI, UISU, UMM, UNAND, UNRI, UGM, UMS, UNIB,UNISBA dan USU.

Dalam rangka menyambut kedatangan delegasi LDFK, BPPM ASy-Syifa juga menyiapkan acara Welcoming Party yang juga akan diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang terdiri dari penyampaian kata sambutan secara berurutan oleh Rahmat M. Usman (PSPD 2014) sebagai ketua pelaksana, Yudha Dwi Satrio NS (PSPD 2014) selaku Gubernur Mahasiswa BEM KM FK Unsri, Muhammad Rizki (PSPD 2011) selaku Ketua Umum FULDFK dan kata sambutan dari Dekan FK Unsri yang diwakilkan oleh Wakil Dekan 1 yakni dr. Mutiara Budi Azhar, SU, M.MedSc yang sekaligus juga membuka secara resmi acara Rakernas FULDFK tahun 2016. Selanjutnya kegiatan ini juga diisi dengan penampilan nasyid BPPM Asy-Syifa dan nonton video bareng. Sebelum mengakhiri acara pada Jumat malam ini, para delegasi juga dihidangkan prasmanan dengan sajian makanan khas dari Palembang tentunya.

messageImage_1458681435807
Penyampaian kata sambutan oleh Muhammad Rizki (Ketua Umum FULDFK)

               Pada tanggal 27 Februari 2016 merupakan hari dimana acara inti dilaksanakan yaitunya Rapat Kerja Nasional FULDFK. Sebelum Rapat dimulai, BPPM Asy-Syifa mengajak para delegasi untuk olahraga pagi dan berkeliling Jakabaring.

messageImage_1458681456046

messageImage_1458681473458

messageImage_1458681463513

Olahraga Pagi di Jakabaring

               Rapat yang dipimpin oleh Ketua Umum FULDFK Muhammad Rizki berjalan dengan khidmat dan ruangan rapat pun telah disterilkan agar rapat dapat berjalan dengan lancar. Rapat resmi di buka pada pukul 08.00 WIB yang dipandu oleh Aswir Vembrinaldi (PSPD 2014) dan berakhir pada pukul 17.30 WIB dengan foto bersama.

messageImage_1458681485258 messageImage_1458681492861

messageImage_1458681501254

Berfoto bersama setelah Rapat

               Dan yang terakhir dari puncak acara Rakernas FULDFK ini adalah City Tour bersama BPPM Asy-Syifa. BPPM Asy-Syifa sengaja menyuguhkan kegiatan ini dengan tujuan untuk menghilangkan kepenatan delegasi karna telah rapat seharian dan tentunya sebagai ajang pengenalan kota mpek-mpek ini. Rangkaian kegiatan City Tour dimulai dari mengunjungi masjid Cheng Ho pada pukul 18.00 WIB, disini para delegasi melaksanakan solat maghrib berjamaah. Selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung untuk melaksanakan solat isya. Dan satu lagi tempat yang tak boleh dilupakan untuk dikunjungi yaitu Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera yang merupakan icon Kota Palembang. Menikmati indahnya pemandangan dan kilauan lampu Jembatan Ampera kurang lengkap jika belum menikmati mie tek-tek dan foto-foto tentunya.

messageImage_1458681515805
Berfoto bersama di Jembatan Ampera

               Pada pukul 09.30 para delegasi dan LO kembali ke Wisma Atlet Jakabaring. Setibanya di lokasi penginapan, BPPM Asy-Syifa masih ingin memanjakan para delegasi dengan menyajikan mpek-mpek dengan berbagai macam jenis. Sembari menikmati mpek-mpek, para delegasi perwakilan LDFK saling bertukar souvenir khas kota masing-masing. Dalam hal ini BPPM Asy-Syifa memberikan souvenir berupa miniature Jembatan Ampera sebagai kenang-kenangan untuk LDFK.

messageImage_1458681528875
Pemberian Souvenir dari BPPM Asy-Syifa

               Akhir rangkaian kegiatan ini tanggal 28 Februari 2016 adalah dengan diadakannya SEPSIS. Beberapa delegasi ikut memeriahkan kegiatan ini dan tak lupa para delegasi juga unjuk gigi bertanya dan berfoto dengan pembicara tentunya.

messageImage_1458681538582

messageImage_1458681550316

Foto bersama Meyda Sefira

Penulis :
Oleh BPPM Asy-Syifa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Sumber

spektrumonline.bpn-ismki.org

FULDFK Untuk Air; Selamat Hari Air Sedunia

Hari air yang di peringati pada tanggal 22 Maret setiap tahunnya mempunya makna tersendiri dalam dunia kesehatan, mengingat air adalah salah satu sumber kehidupan, bahkan air memiliki komposisi terbesar yang ada dalam tubuh manusia. World Water Day 2016 mengusung tema “Water and Jobs” yang berarti Air dan Pekerjaan.

FULDFK selaku Forum bagi mahasiswa dakwah di lingkup kedokteran mengingatkan kembali agar kita selalu menjaga kebersihan lingkungan, menghemat air dan tidak membuang sampah sembarangan. Air yang bersih lebih berarti dari pada uang ketika air bersih itu hanya tinggal tetes terakhir.

Hari Air

Air adalah sumber kehidupan, sejak zaman dahulu dalam ilmu survival disebutkan bahwa air dan api sumber penghidupan untuk bertahan hidup. Dengan air maka kehidupan akan jalan seperti aliran air itu sendiri, lindungi hutan-hutan, lindungi sungai-sungai, lindungi udara dan lingkungan kita dari pencemaran dan pengrusakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Mari selamatkan air kita dengan bekerjasama dalam menjaga alam kita.

 

Arif Wibowo
Ka.Dept. IT FULDFK 2016

Lupa Jumlah Raka’at, Baru Ingat Setelah Salam

Lupa merupakan sifat yang tidak dapat dilepaskan dari diri manusia. Sifat ini sudah menempel semenjak manusia pertama berada di bumi ini. Bahkan, seorang Nabi pun tidak dapat menghindar dari kelupaan. Dalam sebuah riwayat Nabi SAW menyatakan, terkadang aku lupa supaya menjadi pelajaran bagi kalian (HR Malik).

Maksudnya, dengan lupanya Nabi SAW para sahabat bisa mengambil pelajaran dan tahu apa yang harus dilakukan ketika ingat atau sadar. Terutama kelupaan yang berkaitan dengan ibadah.

Di antara bentuk kealpaan yang sering terjadi ialah lupa rakaat shalat. Acap kali pikiran kita melayang dan mengkhayal entah ke mana sehingga shalat pun tidak fokus. Ketika kalimat salam terucap dari mulut sang Imam, barulah kita sadar bahwa kita sedang mengerjakan shalat. Parahnya, setelah salam dan diam sejenak baru kita menyadari ada satu atau dua rakaat yang tidak ditunaikan.

Apabila kondisi ini menimpa seseorang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan berdasarkan penjelasan al-Qaffal dalam kitabnya Hilyatul Ulama fi Ma’rifatil Madzahibil Fuqaha. Berikut kutipannya:

وإن نسي ركعة من ركعات الصلاة وذكرها بعد السلام فإن لم يتطاول الفصل أتى بها وبنى على صلاته وإن تطاول الفصل استأنفها
وفي حد التطاول أوجه أحدها قال أبو إسحاق إن مضى قدر ركعة فهو تطاول وقد نص عليه الشافعي رحمه الله في البويطي والثاني أنه يرجع فيه إلى العرف والعادة فإن مضى ما يعد تطاولا استأنف وإن مضى ما لايعد تطاولا بنى والثالث قال أبو علي بن أبي هريرة إن مضى قدر الصلاة التى نسي فيها استأنف وإن كان دون ذلك بنى

Jika lupa sebagian raka’at shalat dan baru ingat setelah salam, kita boleh menambahkan rakaat yang dilupakan secara langsung bila selang waktunya tidak terlalu lama. Apabila jeda keduanya terlalu lama, kita wajib mengulang shalat secara keseluruhan. Ulama berbeda pendapat perihal seberapa lama selang waktunya. Menurut Abu Ishaq, jeda keduanya hanya kisaran durasi satu rakaat. Jika jedanya kurang dari durasi satu rakaat, dia boleh menambahkan bilangan rakaat yang terlupakan. Tetapi bila melebihi kadar satu rakaat shalat, ia diwajibkan mengulang shalat. Pendapat ini merupakan pandangan Imam asy-Syafi’i sebagaimana dikutip al-Buwaiti.

Pendapat kedua mengatakan, takaran jeda keduanya didasarkan pada kebiasaan atau tradisi masyarkat setempat. Bila menurut kebiasaan masyarakat, durasi jeda sudah terlalu lama, ia harus mengulang shalat. Tetapi jika durasi jedanya sebentar, ia hanya diwajibkan menambah raka‘at yang dilupakan.

Sementara menurut pendapat ketiga sebagaimana dikatakan Abu ‘Ali Ibnu Abu Hurairah, durasi jeda antara lupa dan menyempurnakan kekurangan raka’at diukur berdasarkan ukuran lamanya rakaat shalat yang dilupakan. Apabila jedanya kelewat lama, ia mesti mengulang dari awal. Kalau hanya sebentar, ia cukup menyempurnakan kekurangan raka’at yang terlupa.

Praktisnya, apabila kita mengerjakan shalat dzuhur, kemudian setelah salam baru ingat bahwa ada beberapa rakaat yang terlupa, kita diperbolehkan untuk langsung berdiri menyempurnakan rakaat yang tertinggal. Namun jika selang waktunya terlalu lama, kita diwajibkan untuk mengulang shalat dzuhur dari awal sebanyak empat rakaat. Terkait berapa lama selang waktunya, para ulama berbeda pendapat sebagaimana yang disebutkan di atas. Wallahu a‘lam.

 

Penulis : Hengki Ferdiansyah

Sumber : nu.or.id

Foto : tribunindo.com

How to Survive in CO-ASS

Oleh : Forum Silaturahmi Alumni IMSAC

  • Luruskan Niat

    “Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al An’aam: 162)
    “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim); Hadits Arba’in Nawawiyah, hadits ke-1: Niat

  • General Review
  1. Dokter Muda = Co-Ass (Cooperative Assistant) = Asistennya asisten…
  2. Koas atau ko-asisten adalah seorang mahasiswa yang MASIH dalam tahap pendidikan dalam memenuhi kompetensi sebelum dinyatakan sebagai seorang dokter.
  3. Ada atau tidak adanya koas di RS, pelayanan kesehatan kepada pasien masih tetap dapat berjalan tanpa terganggu.
  4. Jadi….hindari rasa sombong dalam diri..
  • Hindarkan sombong…
  1. “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)
  2. Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”
    Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?
    Beliau SAW menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahanSombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)
  • Perbedaan Pre-Klinik & Klinik

ssss

  • How to Survive??
  1. Belajar..belajar..dan belajar
    “Dan katakanlah, ‘Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu’“.  (QS. Thaaha : 114)
    Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mujaadilah: 11)
    Menuntut ilmu itu wajib (hukumnya) atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)
  2. Apa saja yang perlu dipelajari???
    Obsgyn, Bedah, Penyakit Dalam, Pediatri, Saraf, Mata, THT, Psikiatri, Kulit Kelamin, Ilmu Kesehatan Masyarakat, dan lain-lain . . . . . . . . . .
    Rotasi DM terdiri dari 4 stase mayor dan 9 stase minor tanpa jeda waktu di antara perpindahan stase . . . . . . . . . . .
    Kebayang gak ???
    Betapa banyak ilmu yang harus kita pelajari, betapa sedikit waktu yang kita miliki . . . . . . .
  3. Tapi ingat..masih ada ilmu lain yang wajib kita pelajari
    Meski disibukkan belajar kedokteran, jangan pernah lupakan belajar agama..hargai pementor-mu, hadiri mentoringnya, hadiri kajian-kajian yang ada (Pengajian Akbar IKADI, Majlis Dhuha, Sirkulasi IMSAC, dll)…
    Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang pandai dalam urusan dunia namun bodoh dalam urusan akhiratnya.
    (Shahih Jami’ Ash Shaghir)
  4. Jaga kesehatan mu sebelum kesehatan pasien mu…
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim; no. 2664)
  5. Perbaiki komunikasi dan perbanyak relasi → banyak bertanya kepada senior stase, mencari semua informasi terkait stase yang akan dijalani, mulai materi, tugas, dokter pembimbing, ujian, dsb…
    “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaqalaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
  6. Dilarang baper; jangan pernah menghiraukan hinaan/cacian/ejekan/cemoohan dari perawat, bidan, pasien, konsulen, dll
    “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al Furqaan: 63)
    Rasulullah bersabda: “Tidakkah kalian merasa takjub bagaimana cara Allah Ta’ala menghindarkan aku dari celaan dan laknat kaum Quraiys? Mereka menghina dan melaknat Muzammam (orang yang hina) sedangkan aku bernama Muhammad (Orang yang terpuji).” (HR. Bukhari)
  7. Jaga diri, jaga hati..
    Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)
    Ingatlah..di saat kau sedang berusaha menjaga diri dan hati mu karena Allah..maka di lain tempat dan waktu, ada pula yang sedang menjaga diri dan hatinya..untukmu..karena-Nya . . . . . . . .
    “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). . . . . .” (QS. An Nuur: 26)
  • Jangan menunda untuk mulai mempersiapkan; hal-hal yang harus mulai disiapkan:
    1. persiapan ruuhiyyah(spiritual)
    2. persiapanilmiyyah tsaqafiyyah(pengetahuan)
    3. persiapanjasadiyyah(fisik)
    4. persiapanmaaliyyah(finansial)
    5. persiapan ijtimaa’iyyah(sosial)

    Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.”
    HR. Ibnu Majah no. 1847. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Ash Shahihah no. 624.

8. Iringi ikhtiar dengan doa..
‘Ia berkataYa Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku
belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.’ (QS. Maryam: 4)

Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.
HR. Tirmidzi 3373. Syaikh Al Albani mengatakanbahwa hadits ini hasan

9. Terakhir, tawakkal illallah...
“Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi
rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia itu
cukup baginya.”  (QS. Ath Tholaq: 2-3)

 

Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).

Yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani), yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa pedihnya rasa sakit.” – Imam Ali Ibn Abi Thalib