Apa Kata Mereka Tentang FULDFK…???

Apa kata mereka tentang FULDFK….???

 

“Sangat bersyukur rasanya pernah tergabung dalam kepengurusan FULDFK. Segala macam persoalan dan pengalaman mengenai dakwah kampus kedokteran dan kesehatan insya Allah dapat didapatkan di sini. Belum lagi kesempatan untuk bertemu dan menjalin silaturahim dengan aktivis-aktivis dakwah yang luar biasa dari seluruh Indonesia”
dr. Muhammad Gema Ramadhan (Ketua FULDFK 2014-2015 / Alumni FK UI 2010)

 

“FULDFK adalah wadah bagi mahasiswa muslim kedokteran yang memiliki banyak ide dan inovasi untuk pengembangan dakwah profesi kedokteran di indonesia”.
dr. Muhammad Haydar (Ketua FULDFK 2013-2014 / FK UNS 2009)

Potret Rapat Kerja Nasional FULDFK 2015

WAKTU : 14-15 FEBRUARI 2015
TEMPAT : GEDUNG RIK (RUMPUN ILMU KESEHATAN), UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK
TUJUAN :
– MEMPERERAT UKHUWAH ANTAR LEMBAGA DAKWAH FAKULTAS KEDOKTERANSE-INDONESIA YANG TERGABUNG DALAM FULDFK
– MENSINERGIKAN DAN MEMANTAPKAN PROGRAM KERJA ANTAR LEMBAGA DAKWAH FAKULTAS KEDOKTERAN SE-INDONESIA
– MENINDAKLANJUTI DARI KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL FULDFK
KEGIATAN :
SEMINAR HALF A DEEN 14 Februari 2015
– MENIKAH MEMULIAKAN SUNAH ( USTADZ BACHTIAR NASIR)
– KONSELING PRA-NIKAH (dr.Petrin Redayani Lukman, Sp.KJ,M.Pd,Ked)
– nikah muda Luar Biasa (Azhar Nurun Ala)
– Kesehatan Reprosuksi Wanita (Dr.dr. Dwiana Ocviyanti,Sp.OG(K))
– Kesehatan Reproduksi Pria (dr. Nur Rasyid,Sp.U(K))
– membangun rumah tangga dunia dan akhirat (ustadz Salim A Fillah dan Meyda Sefira )(Penulis)

RAKERNAS FULDFK, 15 Februari 2015
– Membahas Program Kerja Dewan Eksekutif Pusat FULDFK 2015

IMG_1947_20150427212759 IMG_1949 IMG_1969

Coming Soon Open Recruitment FULDFK 2016

COMING SOON….

Open Recruitment FULDFK 2016!!

Buat kamu-kamu yang ingin menebar kebaikan, berkontribusi dalam dakwah, mendapat ilmu, menambah pengalaman dan wawasan, jangan lewatkan…

On this December 2015

“…Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR Thabrani dan Dariquthni)

Persiapkan dirimu untuk bergabung bersama kami!

FULdFK

Solid, Mengakar,Menyejarah!

#FULDFK2016

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia (FULDFK) adalah wadah berkumpulnya seluruh Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran se-Indonesia yang didirikan pada tanggal 4 Muharram 1426 H atau 13 Januari 2005 di Jatinangor, Jawa Barat. Organisasi ini lahir pada saat diselenggarakannya Musyawarah Nasional I dan Deklarasi FULDFK 10-13 Februari 2005, yang dihadiri oleh 109 delegasi yang berasal dari 29 Fakultas Kedokteran se-Indonesia.
FULDFK bersasaskan Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, dengan visi untuk memperjuangkan Islam demi kemaslahatan ummat yang berbasis pada kompetensi kesehatan. Memiliki struktur kepengurusan yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan memiliki 6 departemen di tingkat pusat dan memiliki 4 wilayah kerja. Kepengurusan saat ini adalah kepengurusan 2015-2016 berdasarkan hasil MUNAS XI di UISU.

Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW

Kita senantiasa memanjatkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Rasulullah:

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ

Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Sayyidina Muhammad Rasulullah

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيما

Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bershalawat salamlah kepadanya. (QS Al-Ahzab 33: 56)

Shalawat dari Allah berarti rahmat. Bila shalawat itu dari Malaikat atau manusia maka yang dimaksud adalah doa.

Sementara salam adalah keselamatan dari marabahaya dan kekurangan.

Tidak ada keraguan bahwa membaca shalawat dan salam adalah bagian dari pernghormatan (tahiyyah), maka ketika kita diperintah oleh Allah untuk membaca shalawat -yang artinya mendoakan Nabi Muhammad- maka wajib atas Nabi Muhammad melakukan hal yang sama yaitu mendoakan kepada orang yang membaca shalawat kepadanya. Karena hal ini merupakan ketetapan dari ayat:

فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

Maka lakukanlah penghormatan dengan penghormatan yang lebih baik atau kembalikanlah penghormatan itu. (QS. An Nisa’: 86)

Doa dari Nabi inilah yang dinamakan dengan syafaat. Semua ulama telah sepakat bahwa doa nabi itu tidak akan ditolak oleh Allah. Maka tentunya Allah akan menerima Syafaat beliau kepada setiap orang yang membaca shalawat kepadanya.

Banyak sekali hadits yang menjelaskan keutamaan membaca shalawat kepada Nabi. Diantaranya:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي كِتَابٍ لَمْ تَزَلِ الْمَلَائِكَةُ تَسْنَغْفِرُ لَهُ مَا دَامَ اسْمِي فِي ذَلِكَ الْكِتَابِ

Barangsiapa berdoa (menulis) shalawat kepadaku dalam sebuah buku maka para malaikat selalu memohonkan ampun kepada Allah pada orang itu selama namaku masih tertulis dalam buku itu.

مَنْ سَرَّهُ أنْ يُلْقِى اللهَ وَهُوَ عَلَيْهِ رَاضٍ فَلْيُكْثِرْ مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ

Barangsiapa yang ingin merasa bahagia ketika berjumpa dengan Allah dan Allah ridlo kepadanya, maka hendaknya ia banyak membaca shalawat kepadaku (Nabi).

مَا أكْثَرَ مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ فِيْ حَيَاتِهِ أَمَرَ اللهُ جَمِيْعَ مَخْلُوْقَاتِهِ أنْ يَسْتَغْقِرُوا لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

Barangsipa membaca shalawat kepadaku di waktu hidupnya maka Allah memerintahkan semua makhluk-Nya memohonkan maaf kepadanya setelah wafatnya.

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ ثُمَّ تَقًرَّقُوْا مِنْ غَيْرِ ذِكْرِ اللهِ وَصَلَاةٍ عَلَى النَّبِيِّ إلَّا قَامُوْا عَنْ أنْتَنَ مِنْ حِيْفَةٍ

Mereka yang berkumpul (di suatu majlis) lalu berpisah dengan tanpa dzikir kepada Allah dan membaca shalawat kepada nabi, maka mereka seperti membawa sesuatu yang lebih buruk dari bangkai.

Para ulama sepakat (ittifaq) diperbolehkannya menambahkan lafadz ‘sayyidina‘ yang artinya tuan kita, sebelum lafadz Muhammad. Namun mengenai yang lebih afdhol antara menambahkan lafadz sayyidina dan tidak menambahkannya para ulama berbeda pendapat.

Syeikh Ibrahim Al-Bajuri dan Syeik Ibnu Abdis Salam lebih memilih bahwa menambahkan lafadz sayyidina itu hukumnya lebih utama, dan beliau menyebutkan bagian ini melakukan adab atau etika kepada Nabi. Beliau berpijak bahwa melakukan adab itu hukumnya lebih utama dari pada melakukan perintah (muruatul adab afdholu minal imtitsal) dan ada dua hadits yang menguatkan ini.

Yaitu hadits yang menceritakan sahabat Abu Bakar ketika diperintah oleh Rasulullah mengganti tempatnya menjadi imam shalat subuh, dan ia tidak mematuhinya. Abu bakar berkata:

مَا كَانَ لِابْنِ أَبِيْ قُحَافَةَ أَنْ يَتَقَدَّمَ بَيْنَ يَدَيْ رَسُوْلِ اللهِ

Tidak sepantasnya bagi Abu Quhafah (nama lain dari Abu Bakar) untuk maju di depan Rasulullah.

Yang kedua, yaitu hadits yang menceritakan bahwa sahabat Ali tidak mau menghapus nama Rasulullah dari lembara Perjanjian Hudaibiyah. Setelah hal itu diperintahkan Nabi, Ali berkata

لَا أمْحُو إسْمَكَ أَبَدُا

Saya tidak akan menghapus namamu selamanya.

Kedua hadits ini disebutkan dalam kitab Shahih Bukhori dan Muslim.Taqrir (penetapan) yang dilakukan oleh Nabi pada ketidakpatuhan sahabat Abu Bakar dan ali yang dilakukan karena melakukan adab dan tatakrama ini menunjukkan atas keunggulan hal itu.

KH Abd. Nashir Fattah
Rais Syuriah PCNU Jombang
Dihimpun oleh Sholehuddin SH dari pengajian Kitab Qurratul Ain Bimuhimmatid Din di masjid baiturrahman Jlopo Tebel Bareng yang diikuti oleh Pengurus MWCNU dan Ansor Kecamatan Bareng

 

Sumber : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,10-id,16126-lang,id-c,ubudiyah-t,Definisi+dan+Keutamaan+Membaca+Shalawat-.phpx

gambar : https://cahaya7langit.files.wordpress.com/2014/03/sholawat1.jpg