MASALAH UMAT JUGA MASALAH KU (3)

Oleh Silmi Kaffah dan Alliffabri Oktano

Departemen Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi Dewan Eksekutif Pusat

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia

Minggu kemarin telah dibahas mengenai masalah eksternal seperti penjajahan dan ghazwatul fikri. Kali ini akan dilanjutkan dengan masalah eksternal lainnya. Namun sebelumnya mari coba cermati kalimat dibawah ini.

“Kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir dengan baik” (Ali Bin Abi Thalib).

Bukan hal yang tidak mungkin bahwa kebaikan itu dapat dikalahkan oleh kejahatan. Pun bukan hal yang tidak mungkin dimana suatu saat kebaikan akan dianggap masalah dan kejahatan dianggap kebaikan. Oleh karenanya perlu kekompakan terhadap sesama muslim dan sadar akan pentingnya berjama’ah. Umat Islam yang tidak kuat dari dalam akan dengan mudah goyah. Tumpukan masalah pun akan semakin tinggi. Begitu pun dengan masalah dari luar yang semakin mudah merusak umat Islam.

Masalah dari luar yang masih terngiang di telinga adalah ancaman kekerasan. Ancaman kekerasan ini sebenarnya telah dimulai semenjak Islam itu hadir atau saat kebenaran hakiki itu turun dari langit ke bumi melalui nabi sang pembenar untuk menyampaikan wahyu dari Tuhan. Tiap nabi menemukan rintangan dan ancaman dari kaumnya. Mulai dari dipinggirkan dari kaumnya sendiri, dikucilkan, kekerasan dan bahkan pembunuhan. Nabi Muhammad misalnya harus rela berhijrah ke Madinah Yastrib karena desakan dan ancaman pembunuhan dari kaum kafir Quraisy dan banyak lagi kisah nabi lainnya. Muslim rohingya di Burma dan Bangladesh misalnya. Mereka dipinggirkan karena tidak diterima dan dianggap pendatang bahkan dibunuh. Pendiskriminasian agama Islam jelas terlihat. Seakan-akan Islam adalah perusak dan penghancur sebuah negara.

Baru-baru ini juga muncul isu atas kemunculan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Sebuah pergerakan yang menginginkan terbentukanya negara Islam di Irak dan Syiria. ISIS dikenal karena memiliki interpretasi atau tafsir yang keras pada Islam, kekerasan brutal seperti bom bunuh diri, dan menjarah bank. Kejelasan tentang keberadaan ISIS juga masih banyak dipertanyakan dan membingungkan. Ada beberapa pengamat yang berpendapat ISIS adalah buatan Amerika dan propoganda untuk menjelekan Islam.

Akan menjadi sebuah ancaman apabila ini memang benar sebuah propoganda untuk menjelekkan Islam yang sebenarnya adalah agama perdamaian dan kasih sayang. Karena saat masyarakat dunia melihat sebuah kekerasan dan teror sebagai bagian dari Islam, maka kemungkinan buruknya adalah setiap muslim dianggap membahayakan dan patut diawasi. Bahkan mungkin muslim di negara yang minoritas bisa disingkirkan dan tidak mendapat hak hidup sebagaimana warga negara lainnya. Kemungkinan lainnya adalah saat ada muslim yang taat dan tidak melakukan teror atau berbuat kerusakan pada negara Islam tertentu juga akan dianggap aneh dan menjadi ancaman bagi muslim lainnya. Padahal mereka hanya menjalankan syariat, sunnah dan berusaha menjadi muslim secara kaffah. Kondisi ini juga diperburuk oleh pemahaman agama yang cenderung menurun pada kebanyakan umat Islam.

Di Indonesia sendiri pengaruh akan ISIS ini terlihat dengan jelas. Muncul ajakan dalam bentuk tulisan ataupun media tertentu dari beberapa oknum untuk ikut berjuang di Irak dan Syiria. Bahkan yang lebih ekstremnya adalah pada akhir Maret kemaren, telah diblokir 19 situs Islam yang dilakukan oleh Kemenkominfo atas permintaan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terosime). Pihak BNPT beranggapan bahwa situs-situs tersebut bersifat radikal (keras), membahyakan masyarakat, mengajak masuk ISIS, menjelekan pemerintah dan mudah membid’ahkan atau mengkafirkan umat Islam lain. Ditakutkan situs-situs ini nantinya dapat merusak perdamaian dan mengundang ancaman kekerasan di Indonesia.

Padahal selama ini, beberapa situs yang memuat berita tentang perkembangan Islam terbaru, dinilai sangat bermanfaat dan bahkan menjadi sumber utama berita Islam yang seringnya tidak ditampilkan di berita dan media massa nasional. Minimnya berita-berita Islam yang ditampilkan di berita harian televisi dan media massa nasional membuat masyarakat merasa beruntung akan hadirnya situs-situs ini. Bukan hanya berita-berita terupdate yang diberikan, tetapi situs-situs tersebut juga menyediakan ilmu-ilmu fiqh, tauhid dan akhlak, sehingga masyarakat merasa dengan keberadaan situs-situs tersebut membantu memenuhi kebutuhan rohani. Pemblokiran situs Islam ini oleh karenanya tentu menuai kritik dari sejumlah kalangan masyarakat. Namun akhirnya pada 8 April 2015 melalui PSIBN (Penanggulangan Situs Internet Bermuatan Negatif) 12 situs kembali dibuka.

***

Masalah selanjutnya adalah konspirasi. Sebuah rahasia dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Belakangan ini terjadi beberapa kudeta yang dilancarkan kepada pemerintah sebuah negara yang sah. Misalnya saja kudeta yang terjadi di Mesir, Libya dan Yaman.

Semua ini bermula karena terjadinya Arab Spring di negara-negara Islam seperti di Tunisia, Yaman, Bahrain, Suria dan Mesir. Sebuah pergerakan unjuk rasa atau revolusi meminta penguduran diri pemimpin negara karena sifatnya yang otoriter, terjadinya kemiskinan yang ekstrem, korupsi yang merajalela, pelanggaran HAM, tidak pro rakyat dan banyak faktor lainnya. Tujuan dari Arab Spring ini adalah untuk menormalisasikan keterpurukan negara dan memilih pemimpin yang adil dan bijak.

Saat terjadi Arab Spring dan pemimpin-pemimpin adil serta bijak terpilih. Mulailah bermunculan kudeta dari negara-negara tersebut. Kudeta ini tidak memiliki alasan yang jelas. Bahkan pemimpin-pemimpin negara yang berprestasi dan pemerintahan yang baik dipaksa untuk turun. Belakangan diketahui bahwa kelompok pengkudeta ini punya iktikad buruk dan melakukan konspirasi. Keikutsertaan zionis yahudi juga menjadi bagian dari analisis beberapa pengamat.

Kudeta di Yaman dilakukan oleh syiah houthi. Mereka menginginkan Yaman menjadi sebuah negara syiah. Hal yang mengejutkan ternyata kudeta tersebut didukung oleh syiah di Iran. Bahkan pengkudetaan di Yaman ini sebagai awal pergerakan syiah sebelum menguasai dan menghancurkan Ka’bah di Mekah. Inilah syiah laknatullah.

Masih banyak lagi kemungkinan konspirasi yang dilakukan oleh beberapa oknum dan musuh-musuh Islam. Semakin banyak konspirasi buruk yang direncanakan maka semakin banyak kerusakan yang akan terjadi. Konspirasi yang tidak terlihat ini seakan menjadi momok yang menakutkan bagi umat Islam sendiri.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (QS. Al Baqarah Ayat 120).

Lalu apa yang harus kita lakukan selaku muslim? Ada beberapa solusi yang dapat kita lakukan selaku umat Islam yang peduli dengan maslah-masalah ini. Pertama; tingkatkan kualitas keislaman dengan terus melakukan tarbiyah dan istiqamah menjalankan perintah agama. Meningkatkan kualitas keislaman dapat dilakukan dengan membaca Al-Quran, kitab-kitab ilmu, berteman dengan orang saleh, mengikuti kajian ilmu secara rutin atau memanfaatkan internet untuk membaca ilmu agama dan juga video-video kajian Islam.

Imam Nawawi dalam salah satu karya populernya, Syarh Matn Al-Arba`in Al-Nawawiyyah, mengetengahkan sebuah hadits dengan judul Al-Istiqamah. Hadits ini jatuh pada urutan kedua puluh satu. Bunyinya, “Dari Abu ‘Amrah Sufyan bin ‘Abdullah Al-Tsaqafiy radhiyallahu anhu, ia berkata : “Aku telah berkata : ‘Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam, suatu perkataan yang aku tak akan dapat menanyakannya kepada seorang pun kecuali kepadamu.’ Bersabdalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Katakanlah : Aku telah beriman kepada Allah, kemudian beristiqamalah kamu.” (HR. Muslim).

Solusi yang kedua adalah dengan meningkatkan rasa solidaritas sesama muslim. Rasulullah saw. bersabda:” Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan di mana bagiannya saling menguatkan bagian yang lain” (HR. Muslim).

Ketiga yaitu dengan ikut terjun dan andil dalam membantu menyelesaikan masalah umat. Misalnya seperti memberikan sumbangan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan dan ikut serta dalam melakukan gerakan penyadaran kepada umat Islam. Hal yang paling mudah adalah di lingkungan keluarga terlebih dahulu dan teman dekat. Sampaikanlah walau hanya satu ayat.

Keempat dengan mengikuti perkembangan berita Islam terkini baik nasional dan internasional. Seorang muslim haruslah dapat memanfaatkan dengan baik perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan malah terseret oleh arus globalisasi dan menjadi budak keburukan dari IPTEK.

Solusi terakhir adalah dengan berdoa kepada Allah. Setelah berusaha sesuai dengan kemampuan masing-masing diri, maka berdoalah. Ianya dapat merubah takdir. Doa jualah yang menjadi senjata terkuat seorang muslim. Menembus batas yang tidak mungkin ditembus oleh usaha manusia. Merubah ketidakmungkinan menjadi mungkin.

Maha Suci Allah yang kepadaNya lah semua yang ada di langit dan di bumi bergantung. Tiada daya dan kekuatan tanpa kehendak dan kuasaNya.

Dari uraian tentang permasalahan-permasalahan ini. Maka sebagai seorang muslim haruslah sadar bahwa masalah umat bukan saja masalah muslim tertentu saja, melainkan masalah semua muslim. Dalam menyikapi masalah ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan seperti meningkatkan kualitas Islam dan istiqamah, meningkatkan solidaritas sesama muslim, ikut terjun dan andil dalam membantu menyelesaikan masalah umat, mengikuti perkembangan berita Islam terkini dan berdoa.

***

 

 TINJAUAN KEPUSTAKAAN

 

Ensiklopedia Bebas. 2015. Konflik Israel dan Palestina. http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik_Israel_dan_Palestina – diakses pada April.

Hilal, Fauzan. 2015. Masuk Daftar Pemblokiran, Kemenkominfo Panggil Pengelola Situs Islam. http://news.metrotvnews.com/read/2015/04/07/382227/masuk-daftar-pemblokiran-kemenkominfo-panggil-pengelola-situs-islam -diakses pada April.

Novia, Dyah Ratna Meta. 2015. Situs Islam Kembali Dibuka, MUI : Kominfo bekerja asal-asalan.http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islamnusantara/15/04/10/nmkm50-12-situs-islam-kembali-dibuka-mui-kominfo-bekerja-asalasalan- diakses pada April.

Yasmar, Ulyadi. 2015. Qadhaya Al Ummah. Kajian Islam Kampus Bersama di

Masjid Ar Rahman Azkia, Padang, 5 April.

Somad, Abdul. 2014. 37 Masalah Populer. Pekanbaru : Tafaqquh Media.

Tim Penyusun Materi Responsi Agama Islam Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Ar Rahman. 2009. Buku Panduan Responsi Agama Islam. Padang : Tim Dakwah Jurnalistik (TDJ) UKMI Ar Rahman Universitas Baiturrahmah.

MASALAH UMAT JUGA MASALAH KU (2)

Oleh Silmi Kaffah dan Alliffabri Oktano

Departemen Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi Dewan Eksekutif Pusat

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia

Masih dengan bahasan masalah pada umat Islam. Ternyata masalah umat ini terbilang cukup banyak. Jika kemarin sudah dibahas tentang masalah internal. Saat ini juga terdapat masalah yang tak kalah penting bermunculan pada umat Islam yaitu masalah eksternal atau masalah yang berasal dari luar tubuh umat Islam. Seperti masalah penjajahan, Al ghazwatul fikri, acaman kekerasan dan konspirasi.

Tanpa disadari oleh umat Islam ternyata ada beberapa muslim di negara tertentu yang dijajah. Bukan hal yang sembarangan. Ini seperti mengambil sebuah bagian yang bukan haknya. Sebut saja Palestina. Palestina adalah tempat yang Allah pilih sebagai kiblat pertama umat Islam dan dari sini pula manusia-manusia pilihan Al Anbiya dilahirkan. Palestina dijajah oleh Zionis. Sebuah gerakan nasional orang-orang yahudi dan budaya yahudi yang mendukung terciptanya sebuah tanah air Yahudi di wilayah yang mereka sebut sebagai Tanah Israel. Zionis Yahudi mengakui bahwa palestina adalah tanah air “negara” mereka.

Mari kita sedikit mengulas tentang sejarah Palestina ini. Sejak abad ke-16 Palestina masuk ke dalam wilayah kerajaan Sultan Ottoman. Setelah perang dunia I (1920-1948) dan runtuhnya kesultanan Ottoman, Liga Bangsa-Bangsa mempercayakan Britania Raya (Inggris) sebagai mandataris Palestina. Sehingga saat itu wilayah Palestina bisa dikatakan juga bagian dari negara Britania Raya. Muslim adalah mayoritas penduduknya, dan Yahudi sekitar sepertiganya.

Tepatnya pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan untuk membagi wilayah mandat Britania atas Palestina. Tetapi hal ini ditentang keras oleh negara-negara Timur Tengah lainnya dan juga banyak negeri-negeri Muslim. Kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Sedangkan kota Yerusalem yang dianggap suci, tidak hanya oleh orang Yahudi tetapi juga orang Kristen, akan dijadikan kota internasional. Pada 14 Mei 1948, Yahudi secara sepihak memproklamirkan kemerdekaannya. Berawal dari sinilah muncul konflik dan peperangan antar Palestina dan Israel (zionis Yahudi) hingga beberapa tahun belakangan ini.

Badan statistik Palestina menyatakan pada tahun 2013 bahwa selama menjajah Palestina sejak 1948, Israel telah menguasai  lebih dari 85% wilayah Palestina. Sebanyak 774 wilayah Palestina telah dikuasai Israel dan 531 diantaranya telah dihancurkan. Selama penjajahan  juga Israel telah melakukan 70 kali pembantaian tanpa pandang bulu yang menyebabkan 15 ribu warga Palestina syahid. Mahasuci Allah yang tidak tidur dan keras balasanNya.

Sampai saat ini masih terdengar oleh kita bahwa Israel masih saja ingin menguasai keseluruhan daerah Palestina. Berbagai tindakan mereka lakukan untuk mengusir masyarakat Palestina. Walau sudah dilakukan perundingan damai dan juga musyawarah melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa dunia. Ini juga masih menjadi prioritas kita sebagai muslim untuk membantu sesama muslim lainnya.

 ***

Masalah serius kedua yang dialami umat Islam saat ini adalah ghazwul fikri (perang pemikiran). Adanya perang pemikiran dan gerakan pemurtadan dari musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Strategi yang dipakai dalam memerangi kaum muslimin kian hari semakin dahsyat dan semakin terorganisir dengan rapi.

Paham-paham dan ajakan-ajakan untuk ikut pada aliran sesat sangat membahayakan umat Islam saat ini. Contohnya paham islam ortodoks, syiah, pengkristenisasian dan ajakan atas paham sesat lainnya. Syiah misalnya telah keluar dari ajaran Al Quran dan sunnah, menganggap Al Quran saat ini tidak orisinil lagi dan membuat kitab baru, mudah mengkafirkan sahabat-sahabat nabi yang bahkan dijamin surga oleh Allah, memutarbalikkan hukum-hukum Allah (hukum pernikahan, dll), ghuluw (berlebih-lebihan) dalam beragama dan mudah membunuh mayoritas muslim suni (ahlus sunnah wal jama’ah) karena mereka menganggapnya sebagai jihad dan sebuah perbuatan mulia.

Usaha dari mereka yang tidak menginginkan Islam dan kaum muslimin tegak dan memimpin di bumi ini diguncang dengan menggunakan bermacam-macam strategi dan taktik yang kini banyak menampakkan hasilnya dan sulit dicegah dampak perluasannya. Penjajahan pemikirin ghazwul fikri adalah metode paling canggih yang mereka gunakan. Terbukti penjajahan pemikiran ini jauh berbahaya ketimbang penjajahan atau serangan militer kompensasional. Jika pada peperangan penjajahan militer, senjata yang dipakai musuh dapat terlihat dengan mata, akan tetapi penjajahan dalam perang pemikiran akan kesulitan menentukan yang mana kawan dan yang mana lawan.

Pada umumnya ghazwul fikri yang paling khas adalah munculnya pribadi-pribadi dari kaum muslimin yang berperang dalam penyambung lidah dan menara dari misi dan ide pemikiran destruktif dari kaum kufar. Mereka ini adalah kaum muslimin yang telah tershibghoh atau terwarnai oleh pendidikan barat orientalis. Generasi yang dengan lantang dan tidak tahu malu. Bahkan dengan penuh kebanggaan menyuarakan dan membela ide-ide dan kepentingan barat.

Perang pemikiran ini diwujudkan dengan segala cara yang ada, memang barat memiliki sarana serta fasilitas pendukungnya. Lewat berbagai cara dan metode yang dimilikinya oknum barat berusaha menguasa seluruh akses informasi yang ada. Hasil dari penguasaan jaringan informasi ini secara keseluruhan berhasil menguasai perkembangan informasi dalam kontrol barat. Melalui berbagai media mereka menyerang umat Islam dengan perancuan dan pengaburan visi dan ajaran Islam. Adapun beberapa ghazwul fikri itu meliputi perusakan akhlak, perusakan pola pikir umat, sekularisasi pendidikan dan pemurtadan. Metoda yang mereka lakukan yaitu dengan cara tasywih (metode pencemaran atau pengaburan), tadhil (penyesatan), taghrib (pembaratan) dan ‘ashirah (modernisme).

Tasywih dilakukan dengan cara menggambarkan Islam dalam bentuk yang samar dengan Islam itu sendiri. Contoh: adanya tabligh akbar yang di sana berpadu dengan pentas musik dan di dukung oleh artis kondang. Hal ini seolah olah menjadi legitimasi bahwa begitulah acara yang islami, padahal hal ini sangat melanggar syariat Islam, karena telah bercampur antara hak dan batil.

“ Janganlah kamu campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kamu sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya. “(Qs Al -Baqarah : 42 ).

“Maka apakah orang yang dijadikan (syaithan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaithan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendakinya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (QS. Fathir (35) : 8).

Contoh lainnya adalah para mujahid Islam yang membela Islam diberitakan melalui media visual, media massa dan sebagainya dengan sebutan teroris, fundamental yang mendiskreditkan Islam, seolah olah Islam identik dengan kekejaman dan kekerasan.

Tadhil yaitu pola yang memiliki tujuan dan sasaran untuk menyimpangkan gerakan umat Islam. Contoh: upaya menggiring umat untuk mencintai hal-hal mistik dan syirik, seperti film Syeh Siti Jenar dan juga film Mahadewa. Dalam film Syeh Siti Jenar digambarkan sebagai seorang wali Allah yang dikemas dalam fantasi mistik secara tidak sadar membawa umat untuk mempercayai hal-hal yang tidak ada dasarnya sama sekali dalam Al Qur’an, assunnah maupun sirah sahabat. Dalam film Mahadewa digambarkan sosok Tuhan digambarkan sebagai Yogin (petapa), sehingga seolah-olah seperti manusia. Belum lagi pada film ini Tuhan mempunyai istri dan memiliki anak. Dan banyak film lainnya yang berbau syirik. Oleh karenanya kehati-hatian sangat diperlukan dalam memiliah tontonan, terlebih lagi ditotnton oleh anak-anak yang masih belum mampu membedakan yang hak dan batil.

“Dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka, dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan kusuruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh dia menderita kerugian yang nyata” (QS. An Nisa Ayat 119).

Taghrib (pembaratan) yaitu pola yang mengadopsi seluruh kekayaan (akhlak, pemikiran, mode, dll) ke dalam diri umat Islam. Mulai dari berdatangannya penyanyi dan artis dari barat dengan segala kerusakan moral dan mode yang dibawa hingga pada jenis pakaian yang dikenakannya.

Ashirah (modernisme) yaitu pola yang memakai slogan bahwa ide gaya hidup yang mengacu pada sejarah masa lalu adalah kuno dan terbelakang, dan sementara barat identik dengan modernitas. Contoh: meninggalkan masa lalu, termasuk shirah nabawiyah yang membuat hidup buram dan terbelakang dan diganti dengan gaya hidup yang menjanjikan kecemerlangan yaitu gaya hidup barat yang modern.

Keempat metode ini berlangsung bersamaan dan saling memberikan hasil, sehingga semakin menimbulkan generasi Islam yang kosong dari pengetahuan Islamiah, tidak mengenal Allah, Rasulullah, Dien dan justru ikut serta dalam melecehkan Islam. Fenomena ghazwul fikri merupakan bagian tak terpisahkan dari marker barat untuk menghancurkan Islam yang dilakukan secara silmultan dan terus menerus.

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”.
(QS: Ash-Shaff Ayat: 8).

(Bersambung)

***