Kebebasan Wanita

Emansipasi wanita seolah-olah mengisyaratkan bahwa wanita perlu kebebasan. Ia menuntut persamaan antara hak kaum wanita dengan hak kaum pria. Ia merasa berada pada kedudukan sosial ekonomi yang rendah dan dalam kekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan maju.

Pada masa jahiliyah dahulu, kelahiran anak perempuan tidaklah diharapkan. Membesarkannya berarti menanggung kehinaan seumur hidup. Karena itu banyak orangtua yang memilih menguburkannya hidup-hidup di dalam tanah.

“Dan apabila salah seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuannya, hitam padamlah mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak karena (terasa) buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah ia harus menguburkannya di dalam tanah hidup-hidup? Ketahuilah..! Alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu!” (QS An-Nahl [16]: 58-59)

Dengan turunnya ayat tersebut, Allah membebaskan kezaliman terhadap hak hidup wanita, tiada lagi yang menanggung kehinaan karena memiliki anak perempuan. Lihatlah sekarang, betapa banyaknya wanita di muka bumi.

Mengenai kesetaraan antara hak wanita dan pria, sebenarnya apa ya yang diinginkan para penggiat emansipasi wanita? Apakah buang air kecil dengan berdiri termasuk dari keinginan mereka?Bukankah Allah sudah membagi peran wanita dan pria dengan adil sesuai dengan kodratnya? Lagipula adil bukan berarti sama rata, tetapi sesuai dengan proporsi.

@Muslimah DEW 4

Jika dalam beberapa hal pria terlihat lebih beruntung dibandingkan dengan wanita, contohnya dalam aturan waris, sungguh sama sekali tidak demikian.

“Allah mensyariatkan bagi kalian untuk anak-anak kalian. Yaitu bahagian anak laki-laki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan.” (QS An-Nisa [4]: 11)

Pria memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhinya. Kewajiban membayar mahar, kewajiban menafkahi istri dan anak, kewajiban membayar tebusan dan denda untuk menjamin keselamatan keluarganya, dan kewajiban memberikan nafkah kepada orang-orang yang kesulitan hidup, lemah, dan tidak berdaya mencari nafkah dalam keluarga besarnya, dimulai dengan kerabat yang paling dekat. Sedangkan wanita tidak memiliki kewajiban-kewajiban itu.

Mengenai pembatasan untuk berkembang dan maju, saya sama sekali tidak setuju. Ingatlah bahwa ‘Umar ibn Al Khaththab mengangkat Syifa’ binti ‘Abdullah Al ‘Adawiyah sebagai kepala jawatan pengawas pasar di khilafahnya. Banyak pula wanita-wanita generasi salaf yang mencontohkan kiprahnya di berbagai lapangan kehidupan. Baik itu di rumah, dalam syiar-syiar ibadah, dalam haji, di tengah masyarakat, di ranah profesi, di majelis ilmu, di medan dakwah, bahkan di ranah politik. Penjelasan atas kesemuanya bisa ukhti lihat di buku Agar Bidadari Cemburu Padamu karya Salim A. Fillah.

“Apakah di dalam hati mereka ada penyakit, ataukah karena mereka ragu-ragu? Ataukah mereka takut kalau-kalau Allah dan RasulNya akan berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS An-Nur [24]: 50)

Buka hatimu ya shalihah..

Kartini, Dulu dan Kini

Surat kartini kepada prof. Anton dan nyonya, 4 okt 1902: “kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan untuk anak perempuan. Bukan sekali kali karena kami menginginkan anak perempuan menjadi saingan laki laki,  tapi karena kami yakin pengaruhnya yang sangat besar sekali terhadap kaum wanita. Agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya. Kewajiban yang diserahkan alam sendiri kedalam tangannya. Menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”

Perayaan kartini, seharusnya, tidak semata seremoni mengenakan kebaya dan bersanggul sambil menghamburkan uang. Tetapi kembali menghayati keinginan kartini untuk perempuan indonesia yang lebih cerdas dan mandiri dalam kehidupannya, namun tetap tanpa melupakan kodratnya. Menjadi kartini berarti menjadi wanita yang peka terhadap keluarga dan lingkungannya. Tidak hanya mengeluh namun menjadi bagian dari solusi. Menjadi kartini berarti menjadi wanita indonesia yang berdaya juang tinggi dan selalu berkeinginan menjadi pribadi yang lebih baik. Karena kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh perempuan-perempuannya. Jika cerdas perempuannya, maka majulah bangsa itu. Jika bobrok perempuannya, maka hancurlah negara itu.

Kartini, Dewi sartika, Cut nyak dien dan pahlawan pahlawan wanita Indonesia saat ini pun tetap harus berjuang memerdekakan dirinya dengan caranya sendiri. Karena hanya diri sendiri (dan dengan seizin Allah) yang dapat membantu, tanpa perlu bergantung pada manusia lain.

Surat kartini kepada Ny. Abandon, 1 Aug 1903, ”Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu hamba Allah (abdullah)”

Surat kartini kepada Ny. Ovink, okt 1900, “Siapa yang sesungguhnya mengabdi kepada Allah, tidak terikat kepada seorang manusia pun, ia sebenar benarnya bebas”

 

Minadzhdzhulumati ilaan nuur-Door Duiternis tot Licht-Dari Gelap Menuju Terang

 

Irma Kamelia, dr.
P&K DEP 2008/2009
Dosen FK Unpad

Laporan Donasi FULDFK (Januari-Maret 2014)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik cinta diatas cinta, yang kasih-Nya kita dipertemukan untuk membela dan memperjuangkan agama Islam ini.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”.
(QS. Al-Baqaroh : 155-157).

Bencana mengajarkan kepada mukmin akan dekatnya kematian. Ingat mati merupakan salah satu obat hati setiap mukmin agar senantiasa gemar berbuat kebaikan sebagai bekal di hari kemudian.

Maka dari itulah Departemen Humas DEP FULDFK melaksanakan program tanggap bencana. Tanggap bencana ini sendiri sebagai wadah penyampaian ajaran-ajaran islam dalam bentuk kepedulian, berempati dan tolong menolong terhadap sesama. Diharapkan tanggap bencana dapat meringankan sedikit beban masyarakat yang terkena musibah.

Terima kasih kepada segenap donatur yang telah menyisihkan sebagian dananya untuk terlaksananya tanggap bencana ini semoga menjadi jalan untuk mencapai ridhoNya.

REALISASI DANA

A. Pemasukan    = Rp. 15.100.000,00

B. Pengeluaran
DEW 1       = Rp.4.000.000,00
DEW 2      = Rp.3.500.000,00
DEW 3      = Rp.4.000.000,00
DEW 4      = Rp.3.500.000,00
Sisa dana  = Rp. 100.000,00

Dana tersebut disalurkan ke berbabagai lokasi bencana di Indonesia sebagai berikut :
DEW 1
Tanggal                        : 16 Februari 2014
Lokasi                           : Posko Sinabung, Kota Karo
Bekerjasama dengan : BSKI FK UISU + Mer-C Medan

DEW 2
Tanggal                          : 14 Februari 2014
Lokasi                             : Posko Banjir, Manado
Bekerjasama dengan   : LDFK Univ. Tadulako + LDFK Univ. Samratulangi

Tanggal                           : 18 Februari 2014
Lokasi                             :Posko kelud, Kota Batu, Malang
Bekerjasama dengan   : BSMI + Koor. Bencana setempat

DEW 3
Tanggal                           : 1-2 Februari 2014
Lokasi                              : Kampung pulo, Jakarta Timur
Bekerja sama dengan   : Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad)

DEW 4
Tanggal                            : 12 Februari 2014
Lokasi                               : Banjir Kudus, Pati, Jepara, Jawa Tengah
Bekerja sama dengan    : Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Bantuan yang di berikan : pengobatan gratis, pembagian sembako, dll.

Demikian yang dapat kami laporkan, syukron.

Jazakumullah khairan katsiran wa ahsanul jaza

1978609_10151905284051916_993140200_n

 

Langkah Awal Kebangkitan Kedokteran Islam Indonesia dengan Hangatnya Ukhuwah Rakernas 2014 FK UII Yogyakarta

Langit biru dan berawan menemani Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FULDFK di Komplek Kampus UII, Yogyakarta. Angin pergunungan pagi berhembus menerbangkan dedaunan seakan bertasbih memuja Sang Khalik.  Sinar mentari pagi memberikan semangat baru untuk selalu berjuang di bawah naungan panji-panji Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Bagaikan symphoni pagi yang siap menyambut delegasi “Pejuang Dakwah” dari seluruh Indonesia.

Rakernas kali ini diadakan tepat  pada tanggal 25-26 Januari 2014. Tanggal tersebut merupakan momen penting bagi FULDFK untuk kembali merangkai diri, menyiapkan rumah dengan hangatnya ukhuwah islamiyah. Rangkaian acara pada hari pertama yang bertempat di salahsatu ruangan Gedung Kuliah Umum Dr Sardjito UII, panitia menyambut delegasi yang hadir. Acara yang di design dengan syar’i, sederhana dan penuh dengan kekeluargaan dibuka dengan khitmat bacaan ayat suci Al-quran dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh ketua panitia Rakernas FULDFK 2014 Anandyo Septiawan, Ketua CMIA FK UII Reza Aganta Praba, Ketua DPM FK UII Beifrie Mahestra Sudarman dan kemudian diresmikan oleh Dekan FK UII yang diwakilkan dr. Sunarto, M.Kes  yang menceritakan bagaimana perjuangan mahasiswa muslim dahulu yang bergerak dan berjuang agar islam dapat ditegakkan di wilayah kampus seperti saat ini. Paparan dr Sunarto memancing semagat delegasi dalam mengikuti acara.

Rakernas UII All Delegation (Ikhwan)

Setelah itu dilanjutkan dengan paparan tentang FULDFK oleh Ketua FULDFK Indonesia Akh Muhammad Haydar dan paparan proker masing-masing DEW, dimulai dari DEW 3 oleh Akh Tohari Masidi Amin (FK UMJ), DEW 4 oleh Ukht Devy Maya Kusuma Sari (FK UII) yang mewakili Akh Langgeng Perdana Kusuma (FK UNISULLA) dan DEW 2 oleh Ukht Sheilla Shantika Sukwandini Saviatri (FK UHT) mewakili Akh Muhammad Naya (FK UMM).

Kemudian acara dilanjutkan dengan rapat setiap departemen pusat dan dewan wilayah untuk mendiskusikan program kerja yang akan dipersentasikan selama kepengurusan. Kemudian dilanjutkan dengan persentasi hasil diskusi, namun ketua setiap departemen pusat dan dewan wilayah ada yang berhalangan hadir sehingga diwakilkan oleh anggotanya masing-masing. Persentasi pertama dari Departemen Kemuslimahan DEP oleh Ukht Tari Febri (FK UMM) mewakili Ukht Elsye Purnamawati (UNPAD). Presentasi kedua oleh Departemen Pengrmbangan LDFK dan Kaderisasi (P&K) DEP yang disampaikan Akh Ihsan Yudhitama (FK UGM) mewakili Ukht Sheilla Selvina (FK UNPAD). dan Presentan ketiga adalah Akh Arif Rahmat (FK UGM) yang menjelaskan proker Departemen Informasi dan Teknologi (IT) DEP dan  Adzan pun berkumandang tanda harus memasuki waktu shalat.

Setelah ISHOMA acara kembali dilanjutkan dengan presentasi dari Departemen Finansial DEP oleh akh Muqsit Fajar Febriady (FK UNISMA) dan Akh Hidayatullah Arief (FK UNISMA) yang mewakili ketuanya Ukht Azqia Zahra. Selanjutnya presentasi dari Depatemen Hubungan Masyarakat (HUMAS) DEP oleh Ukht Alfi Kamalia (FK UNEJ). Dan presentasi terakhir menjelang adzan maghrib adalah dari Departemen Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi (KKIA) DEP oleh Ukht Isnani Nur Hidayatullah (UII) mewakili Ukht Vekky Tria N (UNAND).

Setelah itu, peserta menuju penginapan di Rumah Susun Mahasiswa (RUSUNAWA) UII.  Ba’da sholat isya, seleruh peserta berkumpul kembali dan saling sharing tentang LDFK masing-masing. Momen singkat ini yang kita gunakan untuk sharing tentang problem-problem yang ada di LDFK masing-masing merupakan hakikat adanya FULDFK karena FULDFK ada untuk LDF dan LDF ada untuk mahasiswa muslim ujar Akh Haydar.

FGD UII (Ikhwan)

Walaupun sudah setengah hari mengikuti acara yang sangat padat, para peserta tetap bersemangat untuk membagikan pengalaman, masalah dan solusinya. Subhanallah, ternyata banyak manfaat yang dapat diambil dari saudara-saudara kita di LDFK masing-masing. Banyaknya hambatan yang dilalui setiap aktivitas dakwah (Da’i) tidak akan dapat menyurutkan semangat untuk selalu berjuang di jalan Allah.

Keesokan pagi pada hari kedua, dimulai dengan pembacaan Al-Masurat ba’da sholat subuh berjama’ah. Lalu dilanjutkan dengan taushiyah oleh dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S. Beliau berpesan agar setiap Da’i tidak gampang menyerah dengan keadaan lingkungannya, apalagi terjerat dan terseret oleh prilaku-prilaku buruk. Acara kemudian dilanjutkan dengan sarapan pagi dan packing mengikuti city tour dan penutupan di kebun binatang Gembira Loka. Peserta tampak bersemangat dan penuh dengan canda tawa dalam mengikuti kegiatan.

Penutupan sekaligus Pelantikan Pengurus FULDFK 2014 diadakan di kebun binatang Gembira Loka, acara ini merupakan acara penutupan yang terbilang asing bagi peserta yang umumnya setiap acara pelantikan diadakan diruangan tertutup. “Pelantikan kali ini segaja dibuat di outdoor dan diadakan di kebun binatang, harapnya agar penggurus FULDFK dapat benar-benar menjalankan amanahnya dengan baik, karena pada hari ini antum semua akan dilantik dan disaksikan oleh makhluk hidup bukan benda mati yang selalu ada diruangan saat kita dilantik, oleh karena itu jika antum tidak menjalankan amanah dengan sebenar-benarnya, maka pikirkan akibatnya. Karena bukan benda mati dan beberapa mahkluk hidup yang menyaksikan anda tapi semua jenis makhluk hidup insya Allah menjadi saksi dilantiknya antum” sambutan ketua panitia.

Kebun Binatang

Acara kemudian ditutup dengan ucapan perpisahan dari dr. Sunarto dan pemberian kenang-kenangan kepada peserta yang hadir saat itu. Alhamdulillah, acara Rakernas pun berakhir. Semoga rangkaian acara Rakernas 2014 di FK UII (Jogja) dapat menjadi kenangan terindah dalam periode kepengurusan. Agar FULDFK tetap Solid, Mengakar dan Menyejarah dalam dinamika kedokteran islam di indonesia Insya Allah. Amiin ya Rabbal a’lamin.

Kata Siapa Kebenaran Selalu Menang? Bullshit!!

           Semoga para pembaca yang budiman tidak segera mengambil sikap terburu-buru dalam menanggapi judul yang agak kurang ajar di atas. Penulis hanya ingin memantik para pembaca agar tergerak untuk mengetahui isi tulisan ini. Akhir-akhir ini ada keresahan yang menjalar dalam hati penulis, tentang dakwah, tentang islam, tentang musuh islam, dan tentang penantian sebuah kemenangan bagi umat islam itu sendiri.

“Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu), jika kamu menderita kesakitan, maka keahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Allah Maha mengetahui, Maha bijaksana.”

Ada sebuah hikmah besar yang coba Allah informasikan kepada kita melalui Surat An-Nisa ayat 104 ini, namun mungkin kita (termasuk penulis) belum benar-benar memahaminya.

            Pada ayat ini Allah coba memberikan semacam cheer up kepada kita yang sedang dan bertekad menerjunkan diri kita di ranah dakwah. Allah, Dzat Yang Maha Segala-segalanya yang bahkan sangat berhak dan memiliki otoritas penuh terhadap hidup kita dengan begitu Pemurah-Nya mencoba mengayomi kita dengan ayat ini. Allah tahu, jalan dakwah dan islam yang Dia serukan kepada kita akan terasa begitu berat dan penuh dengan aral melintang. Teorinya, kita semua pun sudah sering mendengar yang namanya dakwah itu pasti jalannya terjal, panjang, dan temannya sangatlah sedikit, seleksi alam yang begitu ketat akan terjadi di jalan ini. Tapi coba kita lihat dan dengungkan ayat di atas berulang-ulang, sesungguhnya jikalau kita merasa jalan dakwah ini begitu berat, ya para musuh-musuh Allah pun tidak kalah berat perjuangannya untuk menghancurkan kita. Bisa dibilang, apa yang kita rasakan sekarang, sakit, lelah, letih, makan ati, pengorbanan waktu, jiwa, dan raga, musuh-musuh Allah pun merasakannya. Apa sih? kendor dakwah karena alasan karir dan pekerjaan? Lu pikir tuh para orang kafir punya banyak duit buat ngancurin islam, dari mana duitnya kalo mereka gak berkarir dan bekerja? Atau kendor dakwah karena alasan sudah berkeluarga? Ya kale booos..itu orang kafir bisa ngelanjutin visi jangka panjang buat ngancurin islam begimane kalo bukan karena kaderisasi dan selalu ada generasi penerus buat ngelanjuti visi busuk mereka? Atau alasan apa lagi? Alasan apapun yang kita buat, kesusahan apapun yang kita munculkan, pasti para musuh-musuh Allah yang terlaknat itu pun mengalami problem yang sama dengan kita. Gak percaya? Coba lihat kaum yahudi, berapa lama mereka terombang-ambing gak punya tempat tinggal? Bisa dibilang, penderitaan dan perjuangan mereka sampe ke titik sekarang ini, sampai hampir nguasain dunia, pasti butuh kerja keras yang luar biasa. Coba bayangin deh kita yang ada di posisi yahudi, bisa gak kita bikin pencapaian kayak mereka sekarang? Gw aja bingung bro mau mulai darimane kalo jadi mereka, cape deeeh. Tapi kenyataannya mereka bisa, dengan kerja keras dan kebencian yang luar biasa terhadap islam mereka bisa bangkit luar biasa seperti saat sekarang ini, atau dengan kata lain, saya berani memunculkan sebuah quote baru, “kebatilan yang diperjuangkan dengan kerja keras, akan dapat mengalahkan kebenaran yang diperjuangkan setengah-setengah”. Memang benar janji Allah, kebenaran itu akan selalu menang, haram bagi kita untuk tidak percaya janji Allah, Dzat Yang Maha Menepati janji. Tapi tolong inget Ya Akhi, Ya Ukhti, janji Allah itu ada untuk dijemput, bukan buat ditunggu, sama aja kayak rezeki, jodoh, dan hidayah, CMIIW. Janji Allah itu bakal terwujud ketika memang kita sudah memenuhi kualifikasi yang Allah tentukan buat kita, ya kualifikasinya banyak sih, Cuma untuk kali ini penulis hanya akan membahas soal HARD WORK, KERJA KERAS MEEEN..!!. Coba lihat bagaimana sepak terjang Rasul dan sahabat dulu gimana abis-absannya membela islam? Padahal mereka generasi yang jauuuuuuh lebih baik daripada kita, lebih qualified lah ya. Itu aja mereka udah jungkir balik memperjuangkan islam. Lah kita? Iman aja masih pletat pletot (aduh serasa nampol muka sendiri!), berarti perjuangan kita juga harus sebanding dengan sahabat, atau bahkan lebih keras lagi (kalo sahabat aja jungkir balik, kita harus gimana? Kayang sambil salto?). Jangan mentang-mentang kita merasa bahwa kita sudah hidup sebagai seorang muslim, lebih terjamin selamat dunia akhiratnya, insyaAllah, terus itu menjadikan kita memilih hidup damai dengan kehidupan kita masing-masing? Ayat yang saya paparkan di atas sudah jelas meluluh lantakan pendirian kita soal bersantai ria. Jangan salah, buat urusan dunia, bargaining position kita sama kayak orang kafir, jadi Allah akan tetap ‘memberikan’ hasil yang ‘besar’ kepada siapapun yang bekerja lebih keras, kalau memang orang kafir dan para musuh Allah yang lebih keras berjuang dan bekerja, ya hasil ‘besar’nya buat mereka, gak percaya? Ya liat aja keadaan dunia sekarang ini, apa sih yang gak dikuasain para musuh Allah? Conspiration everywhere!!

            “Ah biarin aja, mereka nanti masuk neraka juga, kalo kita kan yang penting kita istiqomah, mati masuk surga deh!!”, lu pikir Rasul dan para sahabat kagak ngarti apa orang islam mati itu pasti masuk surga? Ya mereka ngerti, tapi kenapa mereka kok masih mau berjuang keras di dunia dan untuk membebaskan dunia dalam undang-undang islam? Ya karena dalam surat Al-Baqarah : 30 mereka dan kita semua diamanahi Allah dengan jabatan, “Khalifah di muka bumi”, orang-orang yang dititipi bumi dan seisinya untuk di jaga, yang akhirnya, ketika kita memang ingin masuk surga, maka kita harus berusaha habis-habisan dulu untuk menjaga bumi ini dan memastikan kita sudah melakukan yang terbaik untuk mengegakkan kalimat Allah di bumi ini. Karena amanah yang tidak dilaksanakan dengan baik, jelas akan menghalangi kita dari pintu surga. Kebenaran tidak akan pernah menang selama pejuangnya berjuang setengah-setengah.

            Ikhwah fillah, yang semoga selalu di sayang Allah dan saling menyayangi karena Allah, sungguh, tidak alasan kita berleha-leha, keislaman kita, kepahaman kita, hendaknya justru menjadikan kita sebagai manusia-manusia yang mampu hidup dengan usaha dan perjuangan yang lebih keras. Jika orang kafir yang dijanjikan masuk neraka aja bisa berjuang keras, masa kita yang ditawarkan surganya Allah malah santai kayak di pantai?

“sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak mereka harapkan”

            Tuh Allah kurang ngemong kita gimana coba, ayo para Hamba Allah, kalian mengharapkan surga Allah yang tidak diharapkan orang-orang kafir itu!!, ibarat nih ya, misal ada dua karyawan, kerjanya sama sama keras, tapi yang satu digaji pake duit, yang satu digaji pake taik, tapi yang digaji pake duit malah males-malesan, yang digaji pake taik malah kerja keras, what the hell is wrong with it? Itu baru taik sama duit perbandingannya, nah ini surga sama neraka, harusnya kita bisa lebih semangat dan habis-habisan sampe titik darah penghabisan!! Musuh Allah bikin media kafir, kita bikin media islam!! Musuh Allah bikin film kafir, kita juga lawan pake film islam!! Musuh Allah bikin musik kafir, kita lawan pake musik islami!! Dan semua cara bisa kita tempuh. Indahnya dakwah ini adalah, tidak hanya orang yang pandai berceramah, berpolitik, ataupun yang bersuara merdu ketika mebaca Qur’an yang bisa membelanya, tapi segala macam orang dengan segala macam potensi pun bisa ikut andil selama mereka punya ghirah yang tinggi untuk membela islam diamanapun mereka berada. Sudah saatnya umat ini berevolusi, mengintegrasikan semua potensi yang ada untuk menjadi sebuah momentum besar untuk meluluh lantakan seluruh strategi dan konspirasi musuh Allah yang sebenarnya begitu rapuh seperti ranting pohon (lah kita sekarang rapuhnya kayak biskuit). Kalo dalam sebuah film berjudul “gangster squad” (recommended lah buat yang pengen terjun ngeberantas dunia mafia) ada sebuah quote menarik yang muncul di awal film,

“kejahatan menang bukan karena tidak ada orang baik, tapi kejahatan menang ketika orang baik hanya dapat berdiam diri”

            Mulai detik ini, bekerjalah lebih keras wahai para tentara kesayangan Allah, mengamuklah!! Keluarkan dan ledakan semua potensi yang ada!! Ingat, islam akan bangkit dari sini, tempat kita berpijak, tempat kita memandang putihnya awan di puncak gunung, tempat kita memandang hijaunya sawah dari perbukitan, tempat kita bertemu mesra dengan kawan-kawan seperjuangan kita yang lain, Indonesia. Allah sudah memberi kita banyak karunia-Nya, kita jawab dengan teriakan serempak,

“KAMI DATANG DUHAI ALLAH, KAMI DATANG DUHAI ISLAM, KAMI DATANG DUHAI UMAT, DAN KAMI DATANG WAHAI MUSUH-MUSUH ALLAH!!”

Disebuah bilik penuh mimpi

Si Pelamun