[ Kerusuhan Berdarah Delhi ]

New Delhi – India dibayangi awan kelabu usai serangkaian konflik isu sektarian di ibukota New Delhi. Konflik berdarah yang telah memakan korban tewas dan kerusakan dimana-mana ini dipicu oleh UU baru.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui terkait konflik sektarian di New Delhi.

1. Semua bermula dari keputusan Presiden India Ram Nath Kovind untuk menyetujui RUU Kewarganegaraan (Amandemen) yang disahkan pada Kamis (14/12/2019). Undang-undang ini mulai berlaku sejak hari itu.

Sesuai dengan UU baru itu, anggota komunitas Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi, dan Kristen yang datang dari Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan hingga 31 Desember 2014 dan menjadi korban penganiayaan agama tidak akan diperlakukan sebagai imigran ilegal. Mereka akan diberi kewarganegaraan India.

Mereka diberi kewarganegaraan India dengan minimal masa tinggal 5 tahun di India. Sebelumnya, di UU lama mencantumkan syarat 11 tahun.

UU baru itu mengusulkan untuk memberikan kekebalan kepada para pengungsi yang menghadapi kasus-kasus hukum kepada migran yang sebelumnya dianggap ilegal. Menurut undang-undang baru, hak kewarganegaraan ini tidak berlaku untuk daerah suku Assam, Meghalaya, Mizoram, dan Tripura.

2.Memicu Protes

Setelah pengesahan RUU di kedua majelis parlemen, Perdana Menteri Narendra Modi berjanji bahwa pemerintah berkomitmen untuk melindungi hak-hak rakyat di Timur Utara.

Jumlah korban tewas dalam konflik umat Muslim dan Hindu di India bertambah dari 38 menjadi 42 orang. Angka kematian terbaru itu dilaporkan media-media setempat, Sabtu (29/2/2020). 

Masalah di India adalah outbreak dunia, yang perlu mendapat perhatian terutama dari warga Muslim dunia. Tak sepatutnya kaum mayoritas suatu negara bertindak keji kepada kaum minoritas. Jika di kilas balik, Islam pernah menjadi agama yang berjaya, dan harusnya itu tidak bisa diganggu oleh suatu apapun baik dari negara dengan mengeluarkan suatu kebijakan yang dapat memecah antar umat bergama.

Oleh karena itu, Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengecam tindakan kekerasan terhadap saudara muslim kami dan saudara kami non-muslim di India

2. Mengajak seluruh saudara-saudara muslim untuk menyebarkan berita ini agar semakin banyak umat Islam yang membantu melaporkan tindakan kejam akibat bentrokan ini.

3. Mendoakan saudara kita di India agar Allah memberikan mereka kekuatan dan keamanan serta memberikan hidayah kepada setiap umat yang mendukung terjadinya bentrokan ini.

#FULDFKIndonesia #SolidMengakarMenyejarah #KolaborasiKebaikan
📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org