Berbakti kepada Orang Tua Setelah Mereka Wafat [1]

Berbakti kepada orang tua adalah amalan yang tidak berbatas waktu dan tempat. Lalu, bagaimanakah cara berbakti pada orang tua ketika mereka telah meninggal dunia atau tiada? Pertanyaan ini telah dijawab oleh Rasulullah pada 1400 abad yang lalu.

 

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata, “Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud no. 5142 dan Ibnu Majah no. 3664. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim, juga disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

 

Pada hadits ini, kita dapat menggaris bawahi beberapa hal yang dapat kita laukukan sebagai wujud bakti kita kepada orang tua yang telah wafat, diantaranya adalah:

  1. Mendo’akan kedua orang tua dan meminta ampun untuk kedua orang tua, diantaranya melalui doa yang Allah ajarkan dalam al Quran: “Wahai, Rabb-ku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil” (al Isra: 24)
  2. Memenuhi janji dan atau tanggungan mereka
  3. Menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya. Hal ini juga diisyaratkan lewat sabda Rasulullah yang lain, “Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti (berbuat baik) adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya.” (HR. Muslim no. 2552)

 

Selain ketiga hal tersebut, pada hadits lain juga disebutkan bahwa bersedekah atas nama orang tua yang telah tiada adalah salah satu amalan yang dapat bernilai bakti kepada orang tua.

 

“Sesungguhnya ibu dari Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia. Sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sisinya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Bukhari no. 2756)

 

Namun Saudaraku, selama beliau masih hidup, itulah kesempatan kita terbaik untuk berbakti pada orang tua. Karena berbakti pada keduanya adalah jalan termudah untuk masuk surga. Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk mengamalkannya.

 

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi no. 1900, Ibnu Majah no. 3663 dan Ahmad 6: 445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).