Embara Sebelas Purnama [1]

Setelah sebelas purnama yang akan datang,

kitakan berjumpa kembali, insyaaAllah!

Allahumma ballighna Ramadhan,

Ramadhan, wa Ramadhan.

 

“Dulunya (para salaf) berdoa kepada Allah Ta’ala (selama) enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan (berikutnya) agar Dia menerima (amal-amal shaleh) yang mereka (kerjakan)“ – Maula bin al Fadhl

 

Ramadhan telah usai, namun bukan berarti kita dibenarkan untuk meninggalkan versi terbaik kita dalam 12 bulan siklus tahun yang telah Allah tetapkan. Hidupkan nilai dan pesan Ramadhan di bulan-bulan lain dan hidupkan sunnah-sunnah khusus pada suatu bulan hijriah tertentu. Lakukan pengembaraanmu dengan lebih baik, sampai pelabuhan hati kembali terobservasi, sampai oase gurun kehidupupan kembali terlihat dari kejauhan, Ramadhan yang akan datang. Atau setidaknya, hingga Allah memanggil kita kembali menuju keharibaann-Nya, sedang Ia ridha dengan kita, dan kita ridha dengan-Nya. Aamiin

 

Bersama perjalanan sang waktu, ada ibrah yang sungguh berharga bagi orang-orang yang mau merenung akannya. Ibrah yang terletak bukan pada “kapan sebuah hitungan waktu diakhiri dan dimulakan kembali”, namun pada “dengan apa dahulu waktu-waktu yang telah berlalu itu diisi” dan “bagaimana waktu-waktu yang akan datang nanti dihiasi” – Extraordinary Ramadan

 

Berikut ini ceklist produktivitas khusus yang dapat Sahabat adaptasi dan gunakan sebagai panduan dalam memaksimalkan bulan hijriah tertentu. Semoga bermanfaat!

 

Syawwal

  • Maksimalkan sunnah-sunnah seputar malam dan shalat Idul Fitri
  • Menyambung silaturahim dengan berkunjung ke rumah kerabat dan kolega. Atau setidaknya dengan menhubungi mereka via telepon dan media sosial.
  • Segera menunaikan hutang puasa wajib bulan Ramadhan
  • Tidak melewatkan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawwal

 

Dzu al Qa’dah 

Berumrah. Sahabat Anas bin Malik mengatakan: ”Bahwa Rasulullah melakukan umrah 4 kali, semuanya di bulan Dzulqa’dah, kecuali umrah yang mengiringi haji beliau.” – Muttafaq ‘alayh

 

Dzu al Hijjah

  • Memperbanyak dzikir (tahlil, takbir dan tahmid) dan puasa pada 10 hari pertama
  • Melakukan ibadah haji
  • Berpuasa pada hari Tarwiyah dan Arafah (9 dan 10 Dzu al Hijjah)
  • Menyimak kisah khutbah Arafah Haji Wada’ Rasulullah yang fenomenal
  • Maksimalkan sunnah-sunnah seputar malam dan shalat Idul Adha
  • Memaksimalkan amalan hari tasyriq (11, 12, dan 13 Dzu al Hijjah) dengan berdzikir, berdoa -terutama doa sapu jagad-, bersyukur, dan makan dan minum untuk ridha Allah
  • Siapkan diri dengan menabung jauh-jauh hari
  • Melakukan evaluasi akhir tahun. Hisablah dirimu sebelum dihisab

 

Muharram

  • Mensyukuri ni’mat usia hingga bertemu tahun yang baru ini.
  • Melakukan perencanaan untuk satu tahun mendatang.
  • Menghidupkanlah semangat berhijrah!
  • Berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram) dan hari sebelumnya atau sesudahnya (9 / 11 Muharram)
  • Mencari tahu dan mempelajari ada apa apa dan bagaimana sebenarnya kisah tragedi Karbala dan syahidnya cucu Rasulullah, Hussain bin Ali r.a.

 

Rabi’ul Awwal

Ini salah bulan kelahiran dan wafatnya Rasulullah. Jadikan ia sebagai momentum untuk mempelajari dan membaca kembali kisah kehidupan Rasulullah dengan penuh kerinduan. Bershalawatlah atas beliau.

 

Rajab 

  • Berumrah
  • Melakukan pemanasan menjelang Ramadhan
  • Berdoa agar disampaikan pada bulan Ramadhan mendatang
  • Ada peristiwa besar Isra’ Mi’raj di bulan ini, Cobalah untuk mempelajari kisah Isra’ dan Mi’raj, hikmahnya, Tafsir surah al Isra’ ayat 1 dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Masjid al Aqsa

 

Sya’ban

  • Memperbanyak puasa sunnah
  • Menuntaskan penggantian puasa wajib Ramadhan tahun lalu
  • Mulai memperbanyak tilawah
  • Pemanasan menjelang Ramadhan
  • Berdoa agar disampaikan pada bulan Ramadhan mendatang

 

Wallahu a’lam

[1] Artikel ini diambil dari Buku Extraordinary Ramadhan yang dapat diunduh di extraordinaryramadan.blogspot.com Bagian Menuai, dalam topik “Embara 11 Purnama”.

Mempertahankan Semangat Ramadhan [1]

 

Kini, Ramadhan telah usai, pertanyaan besarnya adalah apa yang harus dilakukan?

 

“Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena jika Allah menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. ‘Balasan dari  kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ “ – Lathaiful Ma’arif, 388

 

Idul Fitri bukan hanya hari kemenangan, tetapi ia juga hari perpisahan, perpisahan dengan Ramadhan. Tidak ada jaminan apakah kita akan merasakan nikmatnya Ramadhan kembali di tahun depan. Dengan berat hati dan menahan air mata kita berkata, “Sampai jumpa tahun depan, Insyaa Allah”.

 

Sekarang Ramadhan telah usai. Pertanyaan besarnya adalah apa yang harus dilakukan? Apakah kita akan meninggalkan segala hal baik yang kita dapatkan di bulan Ramadhan, seakan mengakui bahwa bulan Ramadhan adalah hujan musiman yang datang dan berlalu begitu saja dan kita adalah muslim musiman yang berganti identitas diri saat musimnya berubah?

 

Mari kita hidupkan semangat Ramadhan hingga 11 bulan mendatang, agar setidaknya kita tidak menyesal saat mengetahui bahwa Ramadhan ini adalah yang terakhir bagi kita.

 

Bekarya, Bekerja, Beribada Lillah

Sadarilah, Sahabat, bahwa perintah beribadah tidak untuk dilakukan di bulan Ramadhan saja, tetapi di sepanjang hidup kita. Setiap waktu adalah peluang untuk meraih ridha-Nya. Curahkan setiap ibadah yang kita lakukan hanya untuk Allah semata. Pastikan bahwa setiap waktu yang telah berlalu tidak terbuang sia-sia.

 

Menjaga Koneksi dengan Ilahi

Teruslah mengingat Allah dan menjaga koneksi dengan-Nya. Lakukan amalan-amalan wajib dan sunnah dengan istiqamah. Ingatlah selalu akan rahmat-Nya yang luar biasa dan syukuri itu semua.

 

Muhasabah Diri

Lanjutkan upaya evaluasi diri. Luangkan satu waktu me time untuk bermuhasabah. Lakukan penghitungan atas dirimu sendiri sebelum dihitung di Hari Perhitungan nanti.

 

Istiqamahkan Mengaji dan Mengkaji

Teruskan dan kembangkanlah budaya belajar Islam pada saat Bulan Ramadhan. Buatlah target bacaan al Quran, hadits, ayat hafalan, khazanah Islam, dll tiap hari. Ikuti kajian dan mejelis ilmu untuk menguatkan ilmu dan semangatmu

 

Mengasah Peduli

Jangan putus hubungan dirimu dengan umat. Teruslah memberi kontribusi: seminimal mungkin dengan berupaya menjadi seseorang yang profesional pada setiap hal dan bidang yang kita tekuni. Persembahkanlah suatu warisan terbaikmu bagi umat ini.

Jadilah selalu diri kita di saat Ramadhan. Hidupkan semangat Ramadhan hingga Ramadhan mendatang. Atau setidaknya hingga nafas sampai di ujung tenggorokan. Sebab boleh jadi,   detik, menit, jam, hari, bulan, atau tahun ini adalah yang terakhir.

 

[1] Artikel ini diambil dari Buku Extraordinary Ramadhan yang dapat diunduh di extraordinaryramadan.blogspot.com Bagian Menuai, dalam topik “Warisan Ramadhan”.