Sobotta atau ilmu Agama ?

166021

Skenario 1

Suatu hari, didepanmu ada 2 buku, buku sobotta dan ilmu fiqih ibadah.. saat itu kalian memiliki waktu senggang dan tidak ada hal lain yang bisa dilakukan selain membaca buku itu.. mana yang kalian baca ?

Mana kah yang lebih penting… ilmu dunia atau akhirat

Skenario 2

Pada suatu hari, kalian mendapat kabar bahwa besok kalian akan ada 2 ujian.. ujian pertama adalah ujian kenaikan kelas, ujian yang kedua adalah tes seleksi penonton dahsh*at yang memiliki syarat IQ minimal 145.. sebagai manusia yang normal kalian pilih lebih fokus ke yang mana ?

Yuk kita jawab skenario 2 terlebih dahulu

Kalau kita lihat skenario 2 Tentu saja kalian pasti akan lebih fokus untuk belajar Ujian kenaikan kelas dibandingkan belajar untuk seleksi penonton dahshat.. karena ujian kenaikan kelas efeknya lebih besar, lebih bermanfaat, dan lebih sulit.. tapi disisi lain kalian juga pasti akan meluangkan waktu untuk belajar tes seleksi penonton, karena mungkin kalian punya cita-cita untuk menjadi penonton of the month atau yang lain.. tapi disini kalian pasti lebih fokus untuk belajar ujian kenaikan kelas bukan ?

Hal ini berlaku juga untuk ujian yang lain.. yaitu ujian sukses akhirat.. dan ujian sukses dunia. Ketika kita tahu bahwa akhirat itu jauh lebih penting.. lebih ber efek.. dan lebih susah dibandingkan ujian sukses dunia.. bukankah sudah seharusnya kita tahu mana yang menjadi prioritasnya ? ..

Sebagaimana rasullullah bersabda..

“Seandainya dunia sebanding dengan satu sayap sayap lalat di sisi Allah, niscaya Dia tidak akan memberikan seteguk air pun bagi seorang kafir”

-HR. At-Tirmidzi hadits Hasan Shahih-

Karena kita akan menjalani hidup sebagaimana ilmu yang kita miliki dan amalkan.. para dokter adalah mereka yang memiliki ilmu kedokteran dan mengamalkanya.. para ahli hukum adalah mereka yang memiliki ilmu hukum dan mengamalkanya.. dan para ahli surga adalah mereka yang memiliki ilmu Agama dan mengamalkanya..

Kembali ke skenario 1.. apabila kita mengkaitkan dengan jawaban pada skenario 2 tadi.. pasti kita setuju bahwa mempelajari ilmu agama itu lebih menguntungkan dan lebih utama dibandingkan mempelajari ilmu dunia.. ditambah, tugas kita didunia ini memang adalah untuk beribadah

az zariyat 56

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” – Adz Dzariyat 56 –

Tapi apakah hal ini menjadikan ilmu dunia bukan ilmu yang penting dan boleh ditinggalkan ? tentu saja tidak kawan-kawan

pada suatu kondisi tertentu.. mempelajari ilmu Dunia itu sama-sama pentingnya sebagaimana mempelajari ilmu Agama selama ilmu dunia itu digunakan untuk tujuan ibadah..

semisal, mempelajari ilmu kedokteran, agar bisa menjadi dokter disuatu daerah yang membutuhkan dokter.. atau mempelajari ilmu pendidikan agar bisa menjadi guru seorang pahlawan tanpa tanda jasa.. kuncinya adalah bertujuan untuk ibadah karena Innamal A’malu Binniyat amal itu tergantung niatnya..

mempelajari ilmu agama itu lebih diutamakan, karena bagaimana kita bisa beribadah tanpa tahu ilmu ibadah yang benar.. namun disisi lain mempelajari ilmu dunia sama pentingnya dengan ilmu agama ketika kita menggunakan ilmu dunia itu dengan tujuan ibadah.. dan tidaklah sama antara orang yang berilmu dan orang orang yang tidak berilmu.. Allahpun menjanjikan bahwa orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya.. jadi.. kalau ditanya.. sobotta atau ilmu agama.. jawab aja.. why not both..

Bahagia itu (seharusnya) Sederhana

Pasti semua udah pernah dengar kalimat ini,
“Bahagia itu sederhana.”

Iya, kalimat itu sering banget ditemui di mana mana. Kadang disertai dengan kalimat dan konteks kejadian yang berbeda beda. Misalnya,

“Alhamdulillah bisa makan bakso bareng temen temen setelah sekian lama ga ketemu. Bahagia itu sederhana.”
“Busway dateng diwaktu yang tepat. Bahagia itu sederhana.”
“Hujannya deras tepat setelah nyampe rumah. Bahagia itu sederhana.”

Yaa.. mungkin ada banyak contoh lainnya. Ga pentinglah soal contoh contoh di atas, yang mau dibahas di sini adalah konteks bahagia itu sederhana.

Ikhwah,
Pernahkah sesekali kita perhatikan tingkah anak kecil yang ada disekitar kita, entah itu adik, sepupu, ponakan, atau malah anak kita *eh
Mereka, anak anak kecil itu, gampang sekali tertawa. Denger bunyi pintu lemari yang berdecit (err.. bunyinya ngiiit ngiit gitu maksudnya :v ), mereka tertawa.
Denger suara bersin, mereka tertawa.
Liat balon di lambung lambungkan, mereka tertawa.
Liat kucing lewat persis di depannya, mereka juga tertawa.
Dan banyak hal sedehana lainnya yang bikin mereka tertawa.
Awalnya, mungkin kita mikir ini wajar aja. Secara mereka masih kecil, masih bocah, ya wajarlah mereka ngetawain hal hal remeh yang menurut kita ga lucu atau biasa aja.
Sampai pada akirnya mungkn kita perlu berpikir, jangan jangan kita yang sudah mulai mempe-ribet kebahagiaan kita.
Kenapa gitu?
Ya memang sih indikator bahagia itu ga cuma dari tertawa. Tapi tertawa lepas itu salah satu indikasi kebahagiaan. Ga mungkin ada orang yang hatinya sedang sediiiih banget tapi bisa tertawa lepas terbahak bahak. Kalo ada yang bisa tertawa, pasti feel-nya beda. Atau ada causa lain yang bikin seseorang tertawa tanpa ada alasan yang jelas.
Jadi sederhananya kita bisa menarik kesimpulan, kalo bahagia itu seharusnya sederhana.

Dari kita lahir, kita sudah mulai bisa merasa bahagia dari hal hal kecil, kaya anak anak kecil di atas tadi misalnya. Tapi semakin tua,kita mulai memasang “target” yang begitu tinggi untuk bisa merasakan kebahagiaan.

Baru bahagia kalo Hp-nya canggih, mahal, dan keluaran terbaru.
Baru bahagia kalo kendaraannya bermerek.
Baru bahagia kalo bajunya bagus atau branded.
Baru bahagia kalo nilainya sempurna.
Baru bahagia kalo rumahnya megah.
Dan lain lain.

Salah ga punya keinginan kaya gitu? Ya engga..
Yang salah itu kalau kita mengikatkan kebahagiaan kita pada hal hal itu.
Atau bahasa lainnya, mengikatkan kebahagiaan kita pada hal hal duniawi.
Ga ada larangan kok mengejar dunia. Tapi, letakkanlah dunia di genggaman kita, bukan di hati.

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, juga kebaikan di akhirat. Dan peliharalah kami dari siksa neraka“.
(QS. Al Baqarah: 201)

Coba deh, sesekali, sambil kita nunggu kopaja atau angkot atau busway pagi pagi, waktu mau berangkat beraktivitas, kita liat ke sekeliling kita. Rasain udara pagi, hawanya. Ya walaupun untuk kota kota besar pagi pun udah agak agak gerah. Tapi coba sedikit merenung, sebentar aja.
Syukuri keadaan.
Ah… ada begitu banyak orang orang di luar sana yang mendambakan berada di posisi kita. Ada yang “terkurung” di rumah sakit karena penyakitnya. Terkurung di LP karena kesalahannya.
Sedang kita?
Mungkin ada begitu banyak dosa dosa kita, tapi Allah masih menutupinya.
Mungkin ada banyak bibit penyakit dalam tubuh kita, tapi Allah masih memberi kesehatan.
Berbahagialah karena kita masih bisa bergerak bebas.
Masih bisa merasakan terik matahari.
Masih bisa kehujanan disaat kita sedang berusaha mengejar mimpi mimpi kita.
Masih bisa sibuk dan mengeluhkan letih untuk pekerjaan kita atau tugas tugas kuliah kita. Sedang di luar sana mungkin ada yang ingin bekerja tapi lamarannya selalu ditolak. Yang mau kuliah tapi kekurangan biaya.
Masih bisa ngerasain semilir angin.
Masih bisa berpayah payah dalam jalan dakwah.
Dan banyak hal hal sederhana lainnya yang mungkin tidak kita perhatikan, yang lupa kita syukuri.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Qs. An Nahl: 18)

Berbahagialah dengan sederhana.
Karena mungkin suatu saat nanti kita akan merindukan hal hal sederhana itu.
Ketika kita terlalu sibuk berpacu dengan target target kita, ambisi kita, menginginkan kesempurnaan, sampai kita lupa mensyukuri hal hal kecil tadi.
Padahal kesempurnaan hidup itu ada pada ketidaksempurnaan itu sendiri.

Berbahagialah dengan sederhana.
Karena bahagia itu selalu sederhana.
Sesederhana rasa syukur karena Allah masih mengizinkan kita untuk dapat berbagi.
Sesederhana rasa syukur karena Allah masih mengizinkan kita untuk dapat memberi.
Sesederhana senyuman orang orang di sekitarmu yang timbul karena kehadiranmu.
Bahagia itu sederhana.
Sesederhana bersyukur.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”
(Qs. Ibrahim: 7)

Kalau mau nunggu semua terlihat sempurna baru mau bahagia, hati hati.. nanti letih sendiri.
Mulailah berbahagia dengan kesederhanaan disekeliling kita, ikhwah.
Karena bahagia itu, memang sudah seharusnya sederhana… :))

Akhir Zaman

3

Kita saat ini telah berada di penghujung zaman. Kita sekarang telah berada di akhir-akhir periode keempat dari lima periodisasi umat Islam.

Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dalam haditsnya menyatakan bahwa zaman umat Islam akan dibagi menjadi 5 periode:

Periode Kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam.

Periode Kekhalifahan dimana umat Islam dipimpin Khalifah dengan sistem kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya khalifah Ali bin Abi Thalib.

Periode Kekhalifahan dengan sistem kerajaan. Menurut pakar sejarah, periode ini telah berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Usmaniyah di Turki tgl 13 Maret 1924 oleh Kemal At Taturk.

Periode pemimpin yang diktator. Ini periode dimana saat ini kita berada. Pada periode ini umat Islam mengalami masa masa yang paling gelap dalam sejarah karena tidak punya kepemimpinan dan dunia dikuasai oleh bangsa bangsa kafir.

Sebelum akhir zaman,àa akan muncul kembali periode terakhir yaitu kekhalifahan seperti sistem kenabian dimana umat Islam akan kembali memimpin dunia. Periode kelima ini tidak akan berlangsung lama karena satu atau dua periode setelah itu akan muncul tanda tanda kiamat besar.

CIA, Badan intelejen USA membuat prediksi bahwa mulai kemunculan kembali zaman kekhalifahan umat Islam yaitu pada tahun 2020 sedangkan KGB, badan intel Rusia memprediksinya terjadi pada tahun 2025.

Sepuluh tanda-tanda kiamat, dimana poin 1-4 akan terjadi di periode keempat kita saat ini yaitu:

Munculnya Dajjal

Nabi Isa AS

Munculnya Yajuj dan Majuj dalam jumlah banyak. Sebagai perbandingan, saat itu 1 manusia berbanding dengan 999 Ya’juj dan Ma’juj

Masa-masa aman saat dunia kembali dipimpin oleh khalifah Islam.

Matahari terbit dari barat

Keluar binatang besar

Angin lembut yang mematikan seluruh umat Islam sehingga dunia hanya dipenuhi oleh orang-orang kafir saja.

Selanjutnya tanda-tanda besar kiamat ke 8,9 dan 10 hanya dirasakan oleh orang-orang kafir karena orang-orang mukmin sudah dimatikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Salah satu tanda Dajjall akan muncul adalah ketika sungai atau danau Tiberias kering. Dan menurut informasi, saat ini debit airnya sudah menurun terus menerus.

Sebelum turun Dajjal, maka Al Mahdi akan muncul terlebih dahulu

Siapa Al Mahdi?

Al Mahdi berasal dari keturunan kandung Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam dari keturunan Fatimah yaitu dari Hasan bin Ali RA

Namanya mirip nama Nabi yaitu Muhammad dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayah Nabi yaitu bernama Abdullah.

8 tanda-tanda akan segera muncul Al Mahdi:

  1. Salju turun di Arab

          Ini sudah terjadi sejak 2009 dan hari ini salju juga sedang turun di Arab Saudi.

  1. Bumi akan dipenuhi huru hara dan peperangan dan kedzaliman yang semakim lama semakin meningkat sehingga hari hari kedepan akan terasa semakin berat. Banyak terjadi pembunuhan seperti yang saat ini terjadi di Yaman, Suriah, Palestina, Mesir dll.
  1. Banyak fitnah atau kedzaliman yang terjadi di negeri Syam seperti yang terjadi saat ini di Suriah oleh rezim Basar As’ad atau kekejaman di Palestina oleh Israel
  1. Wafatnya seorang Raja Arab lalu 3 putera mahkotanya saling ribut atau gaduh.

Saat ini Raja Abdullah di Arab Saudi telah wafat dan 3 putra mahkota berikutnya saling gaduh karena memiliki perbedaan prinsip dan karakter. Tiga putra mahkota tersebut yaitu Raja Salman, Thalal, dan Mukrim.

Salman termasuk orang sholeh dan anti maksiat. Beliau hafidz Quran. Sedangkan Thalal memiliki ekonomi terkuat bahkan salah satu orang terkaya dunia. Namun, ia ahli maksiat. Sementara itu Mukrim loyalitasnya lebih ke Yahudi dan Amerika.

Sepeninggal Raja Abdullah, Arab Saudi saat ini dipimpin oleh Raja Salman. Raja Salman telah mengusir Thalal dari kerajaan sedangkan Raja Salman membiarkan Mukrim tetap di kerajaan namun telah mencabut hak beliau sebagai raja berikutnya.

  1. Mengeringnya Sungai Eufrat.

        NASA pernah merilis bahwa 2014 Sungai Eufrat akan habis total. Dan terbukti bahwa pada April 2014 Sungau Eufrat sudah kering total.

  1. Muncul gunung emas di Irak lalu orang akan berbondong-bondong memperebutkan disana dan dari 100 orang laki-laki yang berperang disana maka 99 org akan mati. Amerika nampaknya sudah meyakini keberadaan gunung emas tersebut. Oleh sebab itu, mereka telah mempersiapkan strategi untuk “mengamankan” (merampas) gunung emas tersebut.

  1. Muncul Ad Dukhon yaitu asap kabut yang sangat tebal selama 40 hari 40 malam hingga asapnya membuat kita tidak bisa melihat lagi. Dunia akan terasa gelap gulita.

Para ahli meyakini bahwa hal ini terjadi akibat adanya benturan besar asteroid atau meteor ke bumi.

Para peneliti NASA menyebutkan bahwa rentang 2013-2016 dunia akan masuk dalam jalur sungai meteor dimana akan terdapat 1300 meteor yang akan membentur bumi dengan kecepatan 120.000 km/jam. Tahun 2013 baru terjadi tiga kali yaitu di Siberia, Argentina dan Amerika. Sisanya mungkin bisa terjadi di tahun ini atau tahun tahun mendatang. Wallahu A’lam.

Munculnya Dukhon merupakan akhir dari era teknologi karena semuanya tidak akan berfungsi akibat dari efek elektromagnetik dari benturan meteor-meteor tersebut. Sehingga zaman akan kembali seperti zaman dahulu kala.

Setelah itu Al mahdi akan muncul di dekat Kabah. Ia akan dibaiat oleh 7 ulama besar yang membawa pengikut sekitar 300 an orang (jumlahnya mirip pasukan perang badar). Awalnya ia selalu menolak tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala akhirnya mengokohkannya sehingga mau menjadi pemimpin umat Islam saat itu.

Ada penjelasan lain bahwa Ad Dukhon dan hujan meteor akan segera datang apabila ketiga tanda ini sudah terjadi:

– Banyak muncul penyanyi-penyanyi wanita

– Banyaknya musik dan alat-alat musik

– Banyaknya orang meminum khamr atau minuman yang memabukkan.

Saat Dukhon terjadi maka keadaan manusia sama seperti ketika Nabi Yunus berada dlm perut ikan. Gelap, tidak ada oksigen, dan tidak ada makanan.

Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita agar saat itu kita berzikir seperti zikirnya Nabi Yunus yaitu La ilaha illa anta subhanaka inkuntu minadzolimin.

Dengan iman dihati kita dan doa zikir tersebut maka pengaruh Dukhon tersebut seolah olah hanya membuat kita lemas sedikit seperti terserang flu.

Negara-negara kafir nampaknya sangat percaya dengan akan munculnya hujan meteor ini. Oleh karena itu Amerika, Rusia, Singapura dan negara lain saat ini telah membuat bunker-bunker raksasa yang bisa menampung ratusan ribu orang dengan fasilitas dan persediaan makanan cukup untuk beberapa bulan.

Setelah Al Mahdi turun maka kita akan kembal ke uang emas dan perak (dinar dan dirham) karena uang kertas pasti sudah tidak akan ada gunanya

Al Mahdi akan memimpin umat Islam untuk membebaskan seluruh bumi sehingga seluruh dunia (tanpa kecuali) akan dipimpin oleh umat Islam melalui sistem kekhalifahan yang berbasis kenabian.

Negara-negara yang ditaklukan akan disatukan kembali dan diberi nama yang sama persis ketika zaman Nabi misalnya negara Yaman, Suriah, Lebanon dan Palestina akan disatukan dan diganti nama menjadi Negeri Syams.

Bila sdh terjadi huru hara di negeri Syams, maka Nabi menyarankan agar kita segera berlomba-lomba untuk beramal baik karena akhir zaman semakin dekat. Misalnya sholat jamaah di masjid, sedekah, puasa, tahajud, baca Quran, hafal Qur’an, dsb.

Sesuai hadits Nabi, umat Islam juga diperintahkan untuk mahir berkuda, memanah dan berenang. Ini mungkin hikmahnya karena saat itu era teknologi sudah berakhir.

Hanya iman dan amal sholeh yang akan menyelamatkan kita

Al Mahdi akan muncul saat tahun-tahun dimana banyak gempa terjadi susul menyusul di Arab pada bulan Ramadhan dan kerajaan Arab gaduh sesama mereka. Maka tahun itu akan ada meteor jatuh, Dukhhon terjadi dan jamaah haji akan dibantai di Mina pada bulan Dzulhijjah. Lalu Al Mahdi akan muncul di bulan Muharamnya.

Saat Al Mahdi sudah muncul di Mekah, semua orang mukmin wajib datang ke Mekah dan membaiat Al Mahdi sebagai pemimpin Umat Islam.

Lalu bagaimana cara kita ke Mekah untuk bertemu dan membaiat Al Mahdi sementara zaman teknologi sudah berakhir? Wallahu A’lam.

Semoga ini menambah keyakinan kita terhadap akan datangnya hari akhir dan semakin membuat kita bersemangat untuk melakukan amal-amal kebaikan didunia.

[Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc – Kemunculan Al Mahdi: Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016]

Menuntut Ilmu

161635

Zaman sekarang,

Banyak orang BACA BUKU katanya biar KEKINIAN

Banyak orang PERGI KULIAH katanya biar dapat gelar SARJANA

Banyak orang DATANG KAJIAN katanya biar dibilang sedang BERHIJRAH

Banyak orang IKUT ORGANISASI bukan buat belajar, tapi cuma biar namanya TERKENAL

WHAT??!! Mau jadi apa dunia kalau seperti ini? Ketika banyak orang berlomba-lomba mencari ilmu cuma buat mengejar pujian dan sanjungan, ketika banyak orang berlomba-lomba daftar di berbagai organisasi cuma biar namanya tersebar seantero dunia, tidak ingatkah kalian semua tentang firman Allah SWT dalam surat Al Mujadila ayat 11 :

mujadila 11

Artinya : “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Memang sih, gak bisa dipungkiri kalau kita kuliah di kedokteran biar dapet gelar S.Ked, ikut organisasi FULDFK biar namanya terkenal dan punya banyak temen, itu memang sifat dasar manusia yang memang gila akan pujian dan sanjungan, but jangan jadikan itu semua sebagai niat yang utama ya ikhwah. Niatkan semua hanya karena Allah SWT. Karena bukankah amal dan perbuatan seorang hamba akan dinilai berdasarkan niatnya?

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Sama halnya dengan ketika ada seseorang yang aktif berdakwah, baca buku Islami, ikut kajian sana sini, katanya untuk memantaskan diri buat jodoh sholih yang sudah di incar. Memantaskan diri memang harus, tapi lagi-lagi jangan sampai niatnya salah ya, jangan sampai kecintaanmu kepada manusia lebih besar dari kecintaanmu kepada Allah.

Kalau ngomongin tentang menuntut ilmu, itu artinya wajib juga kita ngomongin tentang rasa malas. Korelasinya apa? Karena kebanyakan orang zaman sekarang lebih seneng scroll instagram artis daripada scroll website FULDFK. Mereka atau bahkan kita lebih seneng naik gunung daripada datang ke seminar nasional, kalau ada yang ngeles ya kan di instagram juga kita bisa ngambil hikmahnya, naik gunung juga bisa menambah pengetahuan dan kecintaan kepada penciptanya, #gubrak, ya memang sih, tapi coba direnungkan lagi lebih besar mana manfatnya? Gak ada yang ngelarang kalian buat scroll instagram (re : bukan akun dakwah), tapi ingat, aurat terbuka lebar-lebar disana, ingat juga kalau instagram bikin adiktif sampai-sampai lupa waktu sholat, dan hal-hal negatif lain yang lebih besar daripada manfaatnya. Naudzubillah min dzalik…

Malas. Malas. Dan Malas. Bisa dibilang penyakit rakyat. Ketika malas sudah berbicara, kita bisa apa? Malas bisa jadi suatu musibah yang besar bagi penuntut ilmu. Ketika mau baca buku, malas, jadinya tidur. Ketika mau pergi kuliah, malas, jadinya main ke mall. Ketika pergi ke kajian, malas, jadinya malah nongkrong. Apa bedanya kita sama hewan? Yang cuma makan, tidur, reproduksi. Kita punya akal guys, buat mikir untuk menangkal rasa kemalasan yang tiba-tiba hadir.

  1. Kembali ingat, bahwa niat semata hanya untuk Allah
  2. Selalu bersama dengan teman-teman yang baik

Memilih teman yang baik dalam menuntut ilmu ini penting ikhwah. Carilah teman yang rajin mengajak ke masjid, rajin mengajak ke perpustakaan, rajin mengajak bertukar pendapat, bukan teman yang rajin mengajak ke mall, rajin mengajak gibah, rajin mengajak nonton konser, dan rajin lain-lain yang bisa mengikis niatmu untuk menuntut ilmu.

Karena seringkali ikhwah, niat kita sudah lurus nih mau pergi ke kajian, eh tiba-tiba si teman minta anterin beli sesuatu di mall, mau nolak itu sungkan tapi mau diterima itu hmmm gimana ya, itulah balada pertemanan *eh apasih*

  1. Sabar dan tawakkal

Ketika kita sedang berjalan menuntut ilmu, terkadang kita merasa bosan dan sesekali ingin istirahat sebentar. Contohnya saja, pas liburan. Siapa coba yang liburan masih pegang buku? Pasti kebanyakan dari kita berpikiran “ah, mumpung libur santai-santai dulu lah, sebelum balik ke hutan belantara”, kalau sudah seperti ini, jangan diikuti ya ikhwah, bisa jadi keterusan. Kan ilmu itu gak cuma dari buku, gak cuma dari website FULDFK, gak cuma dari ustadz, tapi bisa juga dari sekitar kita. Masih inget kan awalmula pesawat dibuat, terinspirasi dari mana hayooo?

Nah ikwah, semangaatt ya belajarnya,, semoga Allah tambahkan ilmu kita dan menjadikan ilmu yang bermanfaat. Aamiin