Bersatu dalam dakwah,

solid,menyejarah,mengakar

 

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran

Wadah sinergisasi dakwah lembaga dakwah fakultas kedokteran se-Indonesia

Aktivitas Kami

Kegiatan terkini kami

Munas 14

Pontianak, 29/2 Desember 2018

Musyawarah Nasional, agenda akhir tahun untuk pelaporan pertanggung jawaban kepengurusan dan pemilihan ketua FULDFK periode berikutnya.

IMSF 14

Yogyakarta, 20-23 September 2018

Islamic Medical Scientific Festival (IMSF), festifal kedokteran Islam bagi mahasiswa FK muslim Indonesia dengan berbagai kompetisi ilmiah di dalamnya.

Antibiotic 14

Yogyakarta, 22 September 2018

Annual Training for Better Islamic Health Knowledge and Application (Antibiotic), seminar kedokteran Islam terbesar bagi mahasiswa FK muslim Indonesia.

Artikel

Klik menu Artikel untuk tulisan terbaru lainnya

[FIMA EXTENDED REGISTRATION]

Extended regiatration until July 19, 2019
WHAT IS FIMAyouth Summer Camp?
.
FIMAyouth Summer Camp is an activity for healthcare students and recent graduates who volunteer with FIMA member organizations. It is an organization consist of many countries around the world.
.
FIMAyouth Summer Camp is a non-profit program aimed at bringing together young health-care students and professionals who have demonstrated leadership skills based on their volunteer work to focus on global health problems and solutions, who rely on robust and solution-oriented information and who are interested in improving academic, social and cultural relationships in the future
.
WHEN and WHERE FIMAyouth Summer Camp will be held?
.
This year will be held in Baturaden, Purwokerto 22-30 August 2019.
.
WANT to join FIMAyouth Summer Camp?
Click here
http://bit.ly/FIMAyouthSummer-Camp2019FormOnline
And Download here http://bit.ly/FIMAyouthSummerCamp2019
.
More info : medicalzone.org

📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org

Yuk IBD!

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh…

Kayfa halukum ikhwatifillah?

Wah, Ramadhan sudah usai, dan kita ada bacaan nih buat bekal setelah Ramadhan. Ternyata IBD bisa meningkatkan iman kita! Bagaimana bisa? Caranya? Inflamatory Bowel Disease? Penasaran kan……..

Yuk kita simak dibawah ini!

Bismillahirrahmanirrahim

Apa itu IBD?

IBD adalah singkatan dari Istiqomah dalam Beribadah dan Dakwah. Istiqomah berasal dari bahasa Arab istiqama, yastaqimu, istiqamah yang berarti tegak lurus. Istiqamah dalam terminologi Islam adalah hal yang berpendirian kuat atau teguh pendirian. Adapun menurut istilah, istiqamah adalah tetap dalam pendirian, yaitu ketetapan hati untuk selalu komitmen dan konsistensi dalam Tauhid, ibadah dan akhlak. Sedangkan ibadah menurut bahasa adalah merendahkan  diri, ketundukan dan kepatuhan akan aturan-aturan agama. Sedangkan menurut istilah syar’i ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya baik perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) dan yang tampak (lahir). Sedangkan Dakwah sendiri adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengan aqidah, syari’at dan akhlak Islam.

Jadi, istiqamah dalam beribadah dan dakwah berarti tetap pendirian atas suatu keyakinan yakni kebenaran ajaran Allah SWT dengan cara melaksanakan segala ketentuan-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta konsisten mengajak orang lain untuk beriman dan taat kepada Allah SWT.

Apa yang menyebabkan kita bisa IBD…..?

Seperti yang sudah dijelskan diatas, bahwasanya kita bisa saja terjerumus kedalam IBD. Adapun yang membuat kita dapat terjerumus ke dalam IBD adalah (1) Niat yang sungguh-sungguh dari dalam diri; (2) menjadi tenang jika berurusan dengan Allah Ta’ala; (3) Selalu ingat akan kematian; (4) Timbul perasaan bahagia jika berteman atau berkumpul dengan orang-orang shaleh; (5) Timbul semangat untuk selalu menebar kebermanfaatan; (6) Timbul rasa senang berbuat baik dan benci melakukan perbuatan yang dilarang. Jika beberapa dari ciri-ciri diatas sudah ada di pribadi kita, maka kita sudah terjerumus kedalam IBD. Lalu, bagaimana agar kita bisa menjadi IBD seutuhnya?

Bagaimana cara kita agar menjadi IBD….?

Umar bin Khatab pernah mengatakan: Istiqamah adalah bahwa engkau senantiasa lurus (baca; konsisten) dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, serta tidak menyimpang seperti menyimpangnya rubah. Sedangkan Usman bin Affan mengatakan mengenai istiqamah, “Beristiqamahlah kalian yaitu ikhlaskanlah amal kalian hanya kepada Allah swt.” Dari dua khulafaur Rasyidin tersebut, disimpulkan bahwa kita bisa terus terjerumus ke dalam IBD dengan melakukan hal-hal berikut ini, yaitu (1) Niat ikhlas beraktivitas sesuai ajaran Allah Ta’ala dan rasul-Nya; (2) Memperbanyak do’a kepada Allah Ta’ala agar senantiasa diberikan keistiqomahan; (3) Memantapkan keteguhan hati untuk berusaha mengingat-ingat kemuliaan orang yang beristiqomah; (4) Mendapatkan teman yang mengajak kebaikan; (5) Membaca siroh nabawiyah untuk menambah pengalaman dalam beristiqomah. Apabila kita melakukan langkah-langkah tersebut, inshaa Allah kita bisa IBD. Tetapi seiring berjalannya waktu, kita juga akan dihadapkan hambatan agar tidak terjerumus ke dalam IBD.

Apa saja hambatan agar tidak terjerumus ke dalam IBD…?

Setiap memulai sesuatu yang baik, pasti kita akan selalu menemukan hambatan sehingga terkadang bisa terlena. Apa saja hambatan yang bisa membuat kita tidak terjerumus ke dalam IBD, yaitu (1) Teman yang jelek sehingga salah bergaul atau salah memilih lingkungan hidup untuk mengembangkan pribadi muslim; (2) Hawa nafsu; (3) Terhempas dalam fitnah, seperti fitnah syahwat maupun syubhat; (4) Tidak sabaran; (5) Selalu menyerah dan tak memperjuangkan nya. Untuk menjadi pribadi muslim yang selalu IBD, hambatan terbesar adalah dari dalam diri kita sendiri. Jika kita tidak mampu membentengi diri dengan Al-Qur’an dan As-sunnah, maka kita akan terlena dengan semua kenikmatan diatas.

Terus, bagaiamana agar kita senantiasa selalu IBD….?

Tentunya bukan perkara mudah untuk selalu IBD ketika hambatan sudah mulai menghadang. Beberapa hal yang harus kita lakukan untuk senantiasa selalu IBD adalah (1) Beribadah dengan maksimal, contohnya membiasakan sholat di awal waktu, menjaga target tilawah perhari, dan memperbanyak amalan-amalan sunnah; (2) Senantiasa berdzikir, berdzikir dapat membantu kita agar tetap mengingat Allah. Sehingga kita dapat terhindar dari maksiat yang dapat merusak semangat ibadah dan dakwahkita; (3) Membaca kisah Nabi beserta sahabat, kita dapat mencontoh bagaimana keistiqomahan mereka dalam menjaga Ibadah dan semangat dakwah meskipun sedang berada dalam ujian yang berat sekalipun; (4) Berkumpul denganorang-orang saleh, mendatangi majelis ilmu, bertukar pikiran dengan sesama aktivis dakwah atau bersilaturahim dengan orang-orang saleh dapat menjadi pengingat bagi kita dikala turunnya iman. Jika langakah tersebut sudah dilaksanakan, kita pun perlu merefleksi diri untuk semua kegiatan yang kita lakukan agar dapat terkontrol dan lebih ditingkatkan.

Lalu, bagaimana kita bisa tahu sejauh mana sudah IBD…?

Ketika semua sudah terlaksana dengan baik, maka kita perlu tahu sejauh mana kita berada, yaitu dengan (1) Ketika orang lain berbuat baik kepadanya, maka dia tak akan mengubah sikapnya; (2) Ketika disakiti, dia tak akan melakukan perkataan atau cacian bahkan perbuatan yang tak baik; (3) Mampu mengendalikan hawa nafsunya; dan (4) Selalu ingat akan kewajiban dan tugasnya sebagai seorang muslim. Ketika kita sudah IBD dengan seutuhnya, Allah ta’ala pun sudah menjanjikan hadiah untuk itu.

Apa yang akan kita dapat dari IBD…?

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushilat [41]: 30)

Keimanan kepada Allah menuntut sikap istiqomah. Rasulullah shallaluhu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Katakanlah: “Rabbku adalah Allah” dan Istiqomahlah!” (HR Tirmidzi)

Pantas jika Allah menjanjikan keutamaan yang besar untuk orang-orang yang istiqomah dalam imannya. Pada ayat yang disebutkan di muka, menurut ahli tafsir, Allah memberitakan bahwa ketika orang-orang yang istiqomah itu mati, akan turun kepada mereka para malaikat seraya berkata,“Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Tidak takut dan tidak bersedih. Itulah yang akan dirasakan oleh orang-orang yang istiqomah ketika mereka meninggalkan alam fana ini. Para ulama juga menjelaskan, bahwa maksud tidak takut adalah mereka tidak takut dengan apa yang akan mereka hadapi setelah hari kematian mereka.  Adapun maksud mereka tidak bersedih adalah mereka tidak bersedih dengan apa yang mereka tinggalkan selama di dunia.

Sebaliknya, orang-orang yang tidak beriman, tidak istiqomah, berlaku maksiat dan sombong, kelak yang akan dirasakannya adalah ketakutan yang mencekam dan kesedihan yang mendalam. Hingga walaupun di dunia mereka adalah orang yang paling sengsara. Karena, kesengsaraannya selama mereka di dunia, masih jauh lebih baik dari kerugian yang akan diterimanya di akhirat

Sebagai penutup, ada sebuah kata motivasi untuk kita semua dari salah seorang aktivis dakwah, yakni

“Saya berjanji akan menjadi orang yang istiqamah yang menunaikan ibadah serta menjauhi segala kemungkaran. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak mulia dan meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk. Memilih dan membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan islami semampu saya.”

Semoga kita senantiasa termasuk golongan orang-orang yang selalu bersama Rasulullah SAW di akhirat kelak…Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Jazakumullahu khayran katsiraa

Zadanallah ilman wa hirsha

Wassalaamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh

  • DEW 1

[LOADING…]

Untukmu, yang sedang tertatih dalam melangkah.
Untukmu, yang kadang terjatuh bahkan dijatuhkan.
Untukmu, yang rasanya telah lama berjalan, namun tak kunjung sampai tujuan.
.
Hidup ini adalah tentang sebuah proses.
Sebagaimana kelapa yang dihancur, digiling, dan diperas agar menjelma menjadi santan.
Sebagaimana sebutir biji, yang perlu ditanam, disiram, dan dipupuk untuk tumbuh menjadi pohon kokoh berdahan rimbun.
Sebagaimana kayu berproses menjadi pulp, agar menghasilkan lembaran kertas.
.
Pahamilah
bahwa kita semua sedang berproses.
Seorang ‘alim, berawal dari sosok yang belum berilmu.
Seorang pemimpin, berawal dari sosok yang butuh dipimpin.
Seorang dokter, berawal dari mahasiswa yang bahkan tak mengerti terminologi.
Seorang makhluk dengan sebaik-baik bentuk, berawal dari setetes nutfah yang hina dina.
.
Maka, hargailah diri dan setiap ia yang berproses, bersabarlah, pun nikmatilah setiap langkah.
Karena kompas kehidupan bukan hanya tentang sampai ke tujuan, namun tentang bagaimana kita memberdayakan perjalanan, dalam rangka mencari keridhoan Allah.
.
Dan dalam Kalam-Nya
“…..Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” – QS Al Baqarah : 110
.
Lantas, janganlah lelah dalam berproses (menjadi yang terbaik), hingga ruh mencapai batas kerongkongan, hingga kedua kaki kita menginjak tempat terbaik dalam kekekalan, yakni Jannah-Nya.
.
“Lakukanlah kebaikan sekecil apapun, karena kau tak akan tahu kebaikan mana yang akan mengantaranmu menuju surgaNya”-Imam Hasan Al-Bashri
.
#FULDFKIndonesia
#SolidMengakarMenyejarah
.
📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org